Gate 13 Stadion Kanjuruhan Dipugar, Bupati Malang: Akan Dikembalikan Seperti Semula

Bupati Malang HM. Sanusi menegaskan bahwa gate 13 Stadion Kanjuruhan, yang saat ini sedang direnovasi, akan dikembalikan ke bentuk aslinya. Gate 13 merupakan lokasi bersejarah…

Kabupaten Malang – Bupati Malang HM. Sanusi menegaskan bahwa gate 13 Stadion Kanjuruhan, yang saat ini sedang direnovasi, akan dikembalikan ke bentuk aslinya. Gate 13 merupakan lokasi bersejarah yang menjadi saksi bisu Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu.

“Menurut pelaksananya, itu dikembalikan lagi. Nggak dibongkar. Itu hanya penguatan,” ujar Sanusi saat ditemui wartawan, Kamis (25/7/2024).

Orang nomor satu di Pemkab Malang ini menjelaskan bahwa pembongkaran sebagian dinding gate 13 hanya untuk keperluan penguatan struktur bangunan. Hal ini berdasarkan komunikasi antara PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek dengan Pemkab Malang.

“Komunikasinya nggak dibongkar. Cuma itu memang dibuka gitu saja. Nanti dikembalikan lagi,” tegas pria asli Gondanglegi ini.

Sanusi juga menyampaikan pesan menenangkan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. “Gate 13 itu sudah saya tanyakan ke pelaksana. Itu hanya dilepas dan nanti dikembalikan lagi. (Keluarga korban tragedi kanjuruhan) tidak perlu khawatir, tetap ada (gate 13) nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Project Manager PT Waskita Karya, Vino Teguh Pramudya, mengungkapkan alasan teknis di balik pemugaran gate 13. “Alat yang digunakan untuk melakukan pengeboran cukup besar dan mengharuskan dinding tembok gate 13 dipugar. Jika tidak dilakukan pengeboran untuk penguatan tiang fondasi, maka akan berdampak fatal,” tuturnya.

Vino menambahkan, “Kalau disisakan di gate 13, pasti akan kalah secara struktur. Khawatirnya potensi yang terjadi akan roboh.”

Menanggapi kekhawatiran keluarga korban, Vino menegaskan komitmen perusahaannya. “Keluarga korban meminta dikembalikan lagi dinding gate 13. Kami akan berupaya sesuai bentuk awal sebelum kami relokasi, khususnya yang mepet dengan tangga,” pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan keresahan masyarakat, terutama keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, dapat terjawab. Renovasi Stadion Kanjuruhan tetap berjalan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan nilai historis bangunan.