Dispendukcapil Kota Malang Jemput Bola Perekaman E-KTP ke 51 Sekolah

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang mengambil inisiatif untuk melakukan perekaman E-KTP dengan metode jemput bola ke 51 sekolah tingkat SMA/SMK sederajat di…

Zona Malang – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang mengambil inisiatif untuk melakukan perekaman E-KTP dengan metode jemput bola ke 51 sekolah tingkat SMA/SMK sederajat di Kota Malang, Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk mendukung capaian maksimal partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024.

Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Dahliana Lusi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk wilayah Malang. “Kurang lebih ada 51 sekolah, 4.586 siswa kekurangannya, targetnya sampai 27 November yang berumur 17 tahun,” ujar Lusi pada Kamis (19/9/2024).

Berdasarkan data Dapodik, terdapat 4.586 siswa yang menjadi target sasaran perekaman E-KTP. Dispendukcapil Kota Malang menargetkan maksimal 3 sekolah setiap harinya untuk dilakukan perekaman E-KTP. Saat ini, mereka memiliki 7 alat perekaman E-KTP yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah.

“Hampir setiap hari terjadwalkan dan tidak menutup kemungkinan satu hari bisa 3 sekolah yang berdekatan, seperti SMA Islam dan SMA Salahudin yang lain berdekatan, kita ada 7 alat perekaman, masing-masing sekolah 2-3 alat sudah cukup,” jelas Lusi.

Alternatif Identitas Kependudukan Digital

Lusi memastikan bahwa blanko E-KTP aman dan tidak kekurangan. Namun, jika E-KTP belum tercetak, siswa dapat mencoblos menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Aman, ini maksud saya misalkan tidak sempat mencetakkan, kalau sudah IKD aman. Misal perekaman dulu tapi meskipun mereka belum mencetak E-KTP, mereka bisa menggunakan IKD. IKD ini bisa diterima untuk pencoblosan,” tegasnya.

Kacabdin Disdik Jatim Untuk Wilayah Malang, Hestini Ratnadewi, menyatakan bahwa pihaknya bersama Dispendukcapil Kota Malang akan berkoordinasi teknis bersama seluruh 51 kepala sekolah secara daring.

“Baik negeri maupun swasta, SMA, SMK, dari koordinasi ini nanti ada pembicaraan teknis, nanti ada proaktif Dukcapil ke sekolah, door to door, istilahnya Dukcapil goes to school untuk perekaman KTP,” jelasnya.

Inisiatif “Dispendukcapil goes to school” ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam Pilkada 2024 mendatang, sekaligus memudahkan proses perekaman E-KTP bagi para siswa yang telah memenuhi syarat usia.