2 Tahun Tragedi Kanjuruhan: Polres Malang Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Gelar Doa Bersama

Dua tahun berlalu, luka Tragedi Kanjuruhan masih membekas. Polres Malang menandai momen ini dengan cara yang penuh makna: mengibarkan bendera setengah tiang dan menggelar doa…

Zona Malang, MALANG – Dua tahun berlalu, luka Tragedi Kanjuruhan masih membekas. Polres Malang menandai momen ini dengan cara yang penuh makna: mengibarkan bendera setengah tiang dan menggelar doa bersama.

Selama dua hari, mulai 1 Oktober 2024, bendera merah putih berkibar setengah tiang di Markas Komando (Mako) Polres Malang dan seluruh Polsek jajarannya. Ini bukan sekadar simbolis, tapi wujud nyata empati dan penghormatan.

“Ini bentuk penghormatan kami kepada korban yang telah berpulang dalam Tragedi Kanjuruhan,” ungkap AKP Ponsen Dadang Martianto, Kasi Humas Polres Malang, kepada Zona Malang, Selasa (1/10/2024).

Tak berhenti di situ, Polres Malang juga menggelar doa bersama di Masjid Al-Ajmi, Satpas Polres Malang. Acara yang dihadiri jajaran kepolisian, keluarga korban, dan masyarakat setempat ini dipenuhi khidmat pembacaan tahlil dan surat Yasin.

“Melalui doa bersama ini, kami berharap bisa memberikan kekuatan dan dukungan moral kepada keluarga korban serta masyarakat yang terdampak,” tambah Dadang.

Momen ini juga menjadi introspeksi bagi Polres Malang. Mereka berkomitmen untuk terus mendampingi dan memfasilitasi keluarga korban tanpa batasan waktu.

“Ini bukan hanya tentang peringatan. Ini tentang komitmen kami untuk terus berdiri bersama masyarakat, khususnya keluarga korban,” tegas Dadang.

Peringatan dua tahun Tragedi Kanjuruhan ini menjadi pengingat bahwa luka masa lalu bisa menjadi pelajaran untuk masa depan yang lebih baik. Polres Malang menunjukkan bahwa empati dan solidaritas adalah kunci dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat.

“Kami berharap, melalui momen ini, kita bisa bersama-sama melangkah ke depan, tanpa melupakan pelajaran berharga dari masa lalu,” pungkas Dadang. (ZM/riz)