Lawang Culture Festival: Upaya Pelestarian Budaya di Tengah Arus Globalisasi

MALANG, Zona Malang — Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menggelar Lawang Culture Festival (LaCfest) Vol. 1 selama 11 hari, dimulai pada Kamis (17/10/2024). Acara ini menampilkan berbagai kegiatan yang memadukan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat setempat, menjadi cerminan upaya pelestarian budaya lokal di tengah tantangan era globalisasi.

Plt. Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya event ini sebagai sarana memperkenalkan dan mempersatukan keunikan seni budaya lokal dan nasional, terutama kepada generasi muda. “Ini menjadi modal berharga untuk membangun Kecamatan Lawang agar lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

LaCfest Vol. 1 menawarkan beragam acara menarik, termasuk:

  1. Audisi “Lawang Voice” untuk usia 15-30 tahun, dengan final menggunakan live music.
  2. Kompetisi kostum karnaval terbuka untuk umum, dengan kategori best performance, best make-up, dan best talent.

Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam menghadapi tantangan pelestarian budaya. Didik Gatot Subroto menyoroti, “Sebagai dampak era globalisasi, upaya pelestarian seni budaya daerah menghadapi tantangan serius dari adanya penetrasi seni budaya asing.”

Festival ini menjadi cermin keberagaman Kabupaten Malang yang terdiri dari berbagai suku, ras, bahasa, dan agama. Plt. Bupati Malang menekankan pentingnya menjadikan perbedaan ini sebagai kekuatan kolektif untuk menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat.

Lebih dari sekadar acara hiburan, LaCfest Vol. 1 memiliki potensi signifikan:

  1. Sebagai daya tarik wisata lokal yang dapat membawa manfaat ekonomi.
  2. Memperkuat kohesi sosial melalui partisipasi aktif masyarakat.
  3. Melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal.

Keberhasilan acara ini akan menjadi tolok ukur bagaimana sebuah komunitas lokal dapat menghadapi tantangan globalisasi sambil tetap mempertahankan identitas budayanya. Ini juga menjadi model bagaimana pemerintah daerah dapat berperan dalam mendukung inisiatif berbasis masyarakat untuk pelestarian budaya.

Dengan durasi 11 hari, LaCfest Vol. 1 memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk tidak hanya menikmati, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam pelestarian budaya. Harapannya, acara ini dapat menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kecamatan Lawang dan sekitarnya, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di era global.