Gercep! Bupati Malang Tinjau Langsung Titik Bencana, Jembatan Ambrol Dianggarkan Rp 2 Miliar!

Gercep! Bupati Malang Tinjau Langsung Titik Bencana, Jembatan Ambrol Dianggarkan Rp 2 Miliar! MALANG, MERDEKACOM - Banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Malang…

MALANG, Zona Malang Banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Malang pasca hujan deras. Tak menunggu lama, Bupati Malang HM Sanusi langsung bergerak cepat (gercep) meninjau lokasi bencana, Jumat (29/11/2024). Didampingi jajaran Forkopimda dan beberapa kepala OPD, Sanusi menyisir empat kecamatan yang terdampak: Kalipare, Donomulyo, Bantur, dan Pagak.

Meski hujan masih mengguyur, Sanusi tetap teguh memantau titik-titik rawan, termasuk jembatan yang ambrol akibat terjangan banjir. Peninjauan ini bukan hanya sekedar melihat kondisi lapangan, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah.

“Kita lihat langsung tingkat kerusakannya, agar bantuan bisa tepat sasaran,” ujar Sanusi saat ditemui di lokasi. Bantuan langsung pun diberikan kepada warga terdampak. Sanusi memastikan, penanganan bencana ini sudah tercover dalam APBD Kabupaten Malang, sehingga masyarakat tak perlu khawatir.

“Bantuan sudah disalurkan. Semoga ini musibah terakhir, tapi kita tetap antisipasi karena bencana alam sulit diprediksi,” imbuhnya.

Sanusi menjelaskan, pendataan kerugian masih berlangsung. “Untuk kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Yang utama sekarang adalah membantu masyarakat dengan kebutuhan mendesak,” jelasnya.

Soal jembatan yang rusak, Sanusi memastikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga akan segera melakukan perbaikan. Anggaran yang disiapkan pun cukup besar. “Untuk jembatan yang rusak parah, akan dianggarkan sekitar Rp 2 miliar untuk perbaikannya di tahun 2025. Tapi, kita akan kaji dulu tingkat kerusakannya melalui asesmen,” tegasnya.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Malang, bencana alam melanda beberapa kecamatan, termasuk Sumbermanjing Wetan, Bantur, Pagak, Kalipare, Donomulyo, dan Gedangan. Hujan deras menyebabkan banjir, longsor, dan jembatan ambrol. Gercepnya Bupati Malang dalam menangani bencana ini menjadi bukti nyata kepedulian dan kesigapan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat. Kecepatan respons ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kerugian dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak.

Meski hujan masih mengguyur, Sanusi tetap teguh memantau titik-titik rawan, termasuk jembatan yang ambrol akibat terjangan banjir. Peninjauan ini bukan hanya sekedar melihat kondisi lapangan, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah.

“Kita lihat langsung tingkat kerusakannya, agar bantuan bisa tepat sasaran,” ujar Sanusi saat ditemui di lokasi. Bantuan langsung pun diberikan kepada warga terdampak. Sanusi memastikan, penanganan bencana ini sudah tercover dalam APBD Kabupaten Malang, sehingga masyarakat tak perlu khawatir.

“Bantuan sudah disalurkan. Semoga ini musibah terakhir, tapi kita tetap antisipasi karena bencana alam sulit diprediksi,” imbuhnya.

Sanusi menjelaskan, pendataan kerugian masih berlangsung. “Untuk kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Yang utama sekarang adalah membantu masyarakat dengan kebutuhan mendesak,” jelasnya.

Soal jembatan yang rusak, Sanusi memastikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga akan segera melakukan perbaikan. Anggaran yang disiapkan pun cukup besar. “Untuk jembatan yang rusak parah, akan dianggarkan sekitar Rp 2 miliar untuk perbaikannya di tahun 2025. Tapi, kita akan kaji dulu tingkat kerusakannya melalui asesmen,” tegasnya.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Malang, bencana alam melanda beberapa kecamatan, termasuk Sumbermanjing Wetan, Bantur, Pagak, Kalipare, Donomulyo, dan Gedangan. Hujan deras menyebabkan banjir, longsor, dan jembatan ambrol. Gercepnya Bupati Malang dalam menangani bencana ini menjadi bukti nyata kepedulian dan kesigapan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat. Kecepatan respons ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kerugian dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak.