Momen Bersejarah: MWC NU Kecamatan Pakis Gelar Tabligh Akbar dalam Rangka Harlah Ke-102 NU

Dalam rangka merayakan Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-102, MWC NU Kecamatan Pakis mengadakan Tabligh Akbar yang diadakan pada Minggu, 19 Januari, bertempat di Masjid…

Zona Malang – Dalam rangka merayakan Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-102, MWC NU Kecamatan Pakis mengadakan Tabligh Akbar yang diadakan pada Minggu, 19 Januari, bertempat di Masjid Darussalam Bunutwetan. Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H. sebagai perwakilan Bupati Malang, Drs. H. Sanusi, M.M.

Kegiatan ini mengusung tema “Terima Kasih Nahdlatul Ulama,” menandai perjalanan panjang organisasi yang telah berkontribusi besar bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Wakil Bupati Malang, dalam sambutannya, mengungkapkan harapannya agar acara tersebut menjadi jembatan untuk mempersatukan umat serta memperkuat hubungan antar sesama.

“Mari kita galang persatuan dan kesatuan umat dengan terus memberikan pemahaman yang utuh tentang nilai dan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” serunya.

Harapan ini mencerminkan upaya untuk menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman yang ada dalam masyarakat.

Di acara tersebut, turut hadir Wakil Ketua Umum PBNU, Dr. KH. Zulfa Musthofa; Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH. Hamim Kholili; serta berbagai perwakilan dari perangkat daerah Kabupaten Malang.

Wakil Ketua Umum PBNU, Dr. KH. Zulfa Musthofa

Kehadiran para tokoh ini menandakan pentingnya dukungan terhadap Nahdlatul Ulama sebagai salah satu organisasi masyarakat sipil terkemuka di Indonesia.

Acara dimulai dengan penampilan Paduan Suara Pengurus Ranting Fatayat Kabupaten Malang yang menyanyikan lagu Yalal Wathan. Para hadirin juga disuguhi dengan pelantikan IPNU-IPPNU Kecamatan Pakis, diikuti oleh mauidloh hasanah oleh Dr. KH. Zulfa Musthofa.

Dalam mauidloh tersebut, beliau mengajak semua hadirin untuk bersyukur atas eksistensi NU yang telah melewati usia 102 tahun. Menurutnya, NU adalah organisasi yang diberkahi, menyerupai pohon yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya tranformasi di tubuh Nahdlatul Ulama. Kiai Zulfa berpendapat, meskipun NU memiliki banyak anggota, kekuatan sesungguhnya terletak pada pengelolaan sumber daya manusia dan agenda yang terkoordinasi dengan baik.

“Kalau kita sepakat NU punya legacy, mari kita dukung Kiai Hamim untuk membangun rumah sakit NU di Kabupaten Malang,” pintanya, menggambarkan visi untuk integrasi sosial dan kesehatan komunitas.

Kiai Zulfa menekankan bahwa NU harus tetap menjadi pilar toleransi, mengingat sejarahnya yang tidak terlepas dari upaya menjaga kerukunan antar umat beragama.

“NU tumbuh karena kita tidak suka membenci, tetapi saling menghargai perbedaan,” tegasnya.

Dengan semangat tersebut, selayaknya organisasi ini terus menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dan kebaikan di tengah masyarakat, menjadi teladan dan penguat persatuan di Indonesia.

Dengan demikian, Tabligh Akbar ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi dan momentum bagi seluruh warga Nahdliyyin untuk menatap masa depan yang lebih bersatu dan harmonis.