Prestasi Luar Biasa Siswa SD Insan Amanah, Hafal Tujuh Juz Al-Quran dan Ikuti Ujian Imtihan XII

MALANG, Zona Malang – Sekolah Dasar (SD) Insan Amanah kembali menyelenggarakan Imtihan dan Khotmul Quran XII, sebuah acara prestasi yang membanggakan bagi seluruh warga sekolah. Sebanyak 314 siswa dikukuhkan sebagai wisudawan Alquran Imtihan Metode Ummi, menandakan keberhasilan mereka dalam menguasai ilmu membaca, menghafal, dan memahami Alquran.

Acara ini digelar pada Sabtu (26/4) di Gedung Bundar Universitas Islam Malang (Unisma), Auditorium Prof. Dr. KH. Moch Tolchah Hasan. Turut hadir dalam acara ini adalah Pengurus Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Insan Amanah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Wakil Rektor 3 Unisma, serta orang tua/wali murid SD Insan Amanah.

Kepala SD Insan Amanah, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd., menyampaikan bahwa 314 peserta imtihan merupakan siswa-siswi yang telah menyelesaikan uji munaqasah (ujian) di bidang tartil (pembacaan), tahfidz (hafalan), dan turjuman (terjemahan). Acara ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan kesungguhan mereka dalam menuntaskan pembelajaran Alquran.

“Imtihan ini merupakan bentuk apresiasi kepada anak-anak kami, siswa-siswi SD Insan Amanah yang telah lulus uji munaqasah. Kami ucapakan selamat untuk anak-anak, dan juga guru-guru UMMI yang telah berjibaku dan berupaya keras mengantarkan anak-anak hingga mencapai tahap imtihan,” ungkap Dr. Suhardini Nurhayati.

Lebih lanjut, Dr. Suhardini Nurhayati menjelaskan bahwa SD Insan Amanah bukanlah pondok pesantren, melainkan sekolah formal pada umumnya. Namun, berkat kesungguhan dan perjuangan yang besar, para siswa dapat menuntaskan pembelajaran Alquran.

Pencapaian besar ini tidak lepas dari strategi pembelajaran Alquran yang diterapkan di SD Insan Amanah. Sekolah ini memiliki jam pelajaran Alquran yang paling banyak, yakni mencapai 60 menit per hari atau hampir 7 jam pelajaran per minggu. “Tidak ada pelajaran yang sebanyak itu. Ini wujud dari komiten SD Insan Amanah. Karena tidak ada hal lain yang lebih penting dari Alquran,” tegas Dr. Suhardini Nurhayati.

Bahkan, di antara 314 siswa yang dikukuhkan, ada yang telah hafal 7 juz Alquran. Ini menunjukkan keberhasilan SD Insan Amanah dalam menanamkan kecintaan dan penguasaan Alquran pada siswa-siswanya.

Pengurus LPI Insan Amanah, Drs. Saleh Al Baity, berharap acara imtihan tidak hanya dilihat sebagai sekadar seremonial, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi yang tinggi bagi siswa yang telah bersusah payah belajar Alquran. “Bagi anak bisa membaca Alquran itu sudah luar biasa. Apalagi sampai bisa menghafal dan menerjemahkan,” ujarnya.

Drs. Saleh Al Baity juga menyampaikan bahwa para penghafal Alquran merupakan wakil Allah di muka bumi yang diberikan amanah. Ini bukan tugas yang mudah, karena mereka tidak hanya harus menghafal, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga Alquran dapat mencerahkan hati ananda. Harapannya berimbas pada perilakunya yang lebih baik,” harapnya.

Acara Imtihan XII ini juga diwarnai dengan uji publik, di mana hasil belajar siswa diuji di hadapan orang tua dan seluruh undangan. Para penanya berasal dari tim penguji Ummi dan undangan, termasuk orang tua. Mereka bebas bertanya di semua bidang, mulai dari tartil, tajwid, gharib, hingga turjuman (terjemahan). Sesi ini cukup membuat siswa berdebar-debar, namun juga menjadi momentum untuk membuktikan kemampuan mereka.

Keberhasilan SD Insan Amanah dalam menyelenggarakan Imtihan dan Khotmul Quran XII ini merupakan bukti nyata dari komitmen sekolah dalam menanamkan kecintaan dan penguasaan Alquran pada siswa-siswanya. Prestasi gemilang ini patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang keagamaan.