MALANG, Zona Malang – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM) Universitas Negeri Malang (UM) menunjukkan kemampuan mereka dalam seni pertunjukan. Mereka tampil anggun di kawasan Kayu Tangan Heritage, Malang, untuk memperingati Hari Tari Sedunia pada Selasa (29/4) lalu.
Lebih dari 300 mahasiswa lintas angkatan, alumni, serta seniman lokal terlibat dalam kegiatan ini, menunjukkan harmoni lintas generasi. Perayaan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Malang yang berlangsung sepanjang April.
Dr. Tri Wahyuningtyas, S.Pd., M.Si., dosen PSTM UM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan, seniman, dan pemerintah dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis budaya. Kayu Tangan dipilih sebagai lokasi acara karena merupakan kawasan strategis untuk pengembangan seni wisata.
“Sebagai kota pariwisata dan pendidikan, Malang memiliki potensi besar untuk mengangkat seni dan budaya lokal di ruang publik,” ujar Tri Wahyuningtyas. Menurutnya, acara ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi mahasiswa, tetapi juga sarana promosi kawasan heritage yang merupakan ikon Kota Malang.
“Kami ingin memperkenalkan Kayu Tangan Heritage ke masyarakat luas melalui seni pertunjukan,” tambah Tri Wahyuningtyas. Sebagai satu-satunya program studi seni tari dan musik di Malang Raya, PSTM UM berperan strategis dalam pelestarian budaya lokal.
“Kami bertanggung jawab mendidik generasi muda agar mampu memanfaatkan kompetensi seni mereka untuk membangun kesadaran budaya di masyarakat,” ujar Tri Rahayuningtyas, Ketua Departemen Seni dan Desain UM.
Dr. Wida Rahayuningtyas, S.Pd., M.Pd., Ketua Departemen Seni dan Desain UM, menambahkan bahwa Hari Tari Sedunia adalah momentum reflektif untuk mempromosikan potensi mahasiswa dalam seni pertunjukan. “Ini juga menjadi ajang membangun rasa percaya diri mahasiswa saat tampil di ruang publik,” katanya.
Selain pertunjukan tari, acara ini dilengkapi seminar dan workshop dengan narasumber dari institusi ternama, seperti UNESA, Unikama, dan praktisi dari Malang Dance Company. Kolaborasi ini didukung Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, memperkuat visi menjadikan Malang sebagai kota budaya yang kreatif dan kompetitif.
Melalui acara ini, Wida berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk melestarikan seni budaya sekaligus mendukung pembangunan ekonomi kreatif, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam melestarikan warisan budaya dan meningkatkan ekonomi lokal.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mempromosikan seni dan budaya lokal, serta mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, seniman, dan pemerintah untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kota Malang.







