Mata Sebagai Jendela Kesehatan: Aplikasi Deteksi Anemia Tanpa Tusuk Jarum

MALANG, Zona Malang – Inovasi teknologi kembali lahir dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim dosen dari Fakultas Vokasi UMM berhasil mengembangkan alat deteksi dini anemia berbasis citra konjungtiva mata.

Alat ini bersifat non-invasif dan dapat diakses melalui aplikasi smartphone. Aplikasi ini digagas oleh Dekan Fakultas Vokasi UMM, Dr. Ir. Lailis Syafa’ah, MT bersama tim dosen lain, Zulfatman, dan La Febry Andira Rose Cynthia. Mereka berkolaborasi dengan tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro: Ahmad Rival Ekananda, Baiq Dewi Eriyani, dan Rafidan Zulvan Adriansyah.

Selama ini, deteksi anemia harus melalui pengambilan sampel darah yang memakan biaya dan waktu. Dengan alat ini, pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat, murah, dan tanpa rasa sakit, ujar Lailis.

Aplikasi ini memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI), sensor, serta algoritma pengolahan citra untuk menganalisis tingkat kepucatan konjungtiva mata sebagai indikasi awal anemia. Meski belum dapat mengukur kadar hemoglobin secara pasti, alat ini sudah mampu mengidentifikasi gejala anemia dengan tingkat akurasi mencapai 87 persen.

Keakuratan aplikasi tersebut masih terus ditingkatkan melalui pengumpulan dan pelatihan data. “Semakin banyak data citra mata yang kami peroleh, semakin tinggi tingkat akurasinya,” ungkap Lailis. Ia menjelaskan bahwa mereka menggunakan data training dari hasil riset dan data uji dari sampel lapangan.

Dengan pengembangan lebih lanjut, aplikasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat melakukan deteksi anemia secara mandiri, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan akses layanan medis terbatas. “Ke depan, aplikasi ini juga kami arahkan untuk dapat memantau kadar hemoglobin pada ibu hamil dan balita,” pungkasnya.

Aplikasi ini dinilai sangat inovatif dan dapat memberikan solusi bagi masyarakat, khususnya di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Dengan biaya yang terjangkau dan pemeriksaan yang mudah, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini anemia.

Selain itu, aplikasi ini juga dapat membantu tenaga medis dalam melakukan pemantauan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Dengan tingkat akurasi yang semakin meningkat, alat ini dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mendeteksi anemia secara dini.

Inovasi ini merupakan salah satu contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkan, penelitian dan pengembangan serupa dapat terus dilakukan untuk menciptakan solusi yang lebih baik bagi permasalahan kesehatan di Indonesia.

Universitas Muhammadiyah Malang, melalui Fakultas Vokasi, telah menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan inovasi teknologi yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Alat deteksi dini anemia berbasis citra konjungtiva mata ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan anemia di Indonesia.