MALANG – Kabar gembira menghampiri industri perhotelan di Kota Malang! Tingkat hunian kamar (TPK) hotel di kota apel ini mengalami lonjakan fantastis pada bulan April 2025 lalu. Peningkatan ini bukan hanya sekadar berkah libur Lebaran, tetapi juga berkat gelombang acara besar yang sukses menyedot perhatian wisatawan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, dengan antusias mengumumkan kabar baik ini dalam rilis Berita Resmi Statistik (RBS) yang digelar secara daring dan luring. “April 2025 menjadi bulan yang luar biasa bagi perhotelan di Kota Malang. Kombinasi libur panjang Idulfitri dan berbagai event besar sukses mendongkrak tingkat hunian kamar,” ungkap Umar dengan nada optimis.
Umar merinci beberapa faktor kunci yang menjadi pendorong utama lonjakan TPK ini. Selain libur panjang Idulfitri yang selalu menjadi momen puncak bagi sektor pariwisata, serangkaian acara bergengsi juga turut berkontribusi signifikan. Sebut saja turnamen golf yang menarik minat para penggemar olahraga dari berbagai daerah, halalbihalal akbar Aremania yang menyatukan ribuan suporter fanatik, hingga perayaan HUT ke-111 Kota Malang yang dimeriahkan dengan berbagai atraksi budaya dan hiburan.
Secara detail, Umar Sjaifudin memaparkan data yang menunjukkan betapa signifikannya kenaikan TPK hotel di Kota Malang. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month), TPK pada April 2025 mencapai 47,05%, melonjak drastis sebesar 20,07% dari angka Maret yang hanya 27,52%. Ini menunjukkan peningkatan aktivitas pariwisata yang sangat pesat dalam kurun waktu satu bulan saja.
Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), kenaikan TPK juga terlihat cukup menggembirakan, yaitu sebesar 0,84 poin. Pada April 2024, TPK hotel di Kota Malang berada di angka 46,21%, sedangkan pada April 2025 meningkat menjadi 47,05%. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor perhotelan di Kota Malang terus mengalami pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun.
Yang lebih membanggakan lagi, TPK hotel di Kota Malang ini jauh melampaui rata-rata TPK di Jawa Timur secara keseluruhan, yang hanya mencapai 34,47%. Bahkan, angka TPK Kota Malang juga berhasil mengungguli angka nasional yang berada di 29,83%. Ini membuktikan bahwa Kota Malang memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan dan mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya di Indonesia.
Menariknya, kenaikan TPK ini tidak hanya terjadi pada hotel-hotel berbintang, tetapi juga pada hotel-hotel non-bintang. Hal ini menunjukkan bahwa semua segmen akomodasi di Kota Malang merasakan dampak positif dari peningkatan aktivitas pariwisata. Berikut adalah rincian data TPK untuk masing-masing kategori hotel:
- Hotel Bintang: TPK mencapai 55,67% pada April 2025, naik 26,41 poin dibandingkan Maret 2025 yang hanya 29,26%. Kenaikan year-on-year juga tercatat sebesar 2,61 poin dari 53,06% pada April 2024. Ini menunjukkan bahwa hotel-hotel berbintang di Kota Malang menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang mencari kenyamanan dan fasilitas lengkap.
- Hotel Non-Bintang: TPK menyentuh angka 34,43%, naik 14,40 poin dari Maret yang hanya 20,03%. Kenaikan ini menunjukkan bahwa hotel-hotel non-bintang juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama bagi mereka yang mencari akomodasi dengan harga yang lebih terjangkau.
Lonjakan TPK hotel ini tentu menjadi angin segar bagi perekonomian Kota Malang. Sektor perhotelan merupakan salah satu sektor yang memiliki multiplier effect yang besar, artinya peningkatan aktivitas di sektor ini akan berdampak positif pada sektor-sektor lainnya, seperti sektor kuliner, transportasi, dan kerajinan tangan.
Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan, diharapkan akan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta dan pendapatan masyarakat Kota Malang juga akan meningkat. Selain itu, peningkatan aktivitas pariwisata juga akan mendorong investasi di sektor perhotelan dan sektor-sektor terkait lainnya.
Pemerintah Kota Malang terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik Kota Malang sebagai destinasi wisata unggulan. Berbagai program dan kegiatan promosi pariwisata terus digencarkan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas pariwisata, serta mengembangkan produk-produk wisata baru yang inovatif dan kreatif.
Umar Sjaifudin berharap bahwa tren positif ini akan terus berlanjut di bulan-bulan mendatang. “Dengan semakin banyaknya event dan program pariwisata yang digelar, kami berharap TPK hotel di Kota Malang akan semakin meningkat dan sektor pariwisata Kota Malang akan semakin berkembang pesat,” pungkas Umar dengan penuh harap.
Semoga harapan Umar ini dapat terwujud dan Kota Malang dapat terus menjadi destinasi wisata yang menarik dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan.
Sumber: Kabarmalang







