MALANG – Kabar gembira datang dari Bumi Arema! Polres Malang turut serta menyukseskan program ketahanan pangan nasional dengan menggelar Panen Raya Jagung Serentak Tahap II. Aksi nyata ini bukan sekadar seremoni, tapi wujud komitmen Polri mendukung swasembada pangan yang diinisiasi oleh Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.
Kamis (5/6/2025) menjadi hari yang istimewa bagi Dusun Mojosari, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Hamparan jagung seluas 3.600 meter persegi menjadi saksi bisu semangat gotong royong antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P. S., turun langsung memimpin jalannya panen raya, didampingi oleh unsur Muspika Kepanjen, perwakilan Bulog Kabupaten Malang, UPT Pertanian Kecamatan Kepanjen, serta para petani setempat.
“Panen jagung ini bukan hanya wujud kontribusi Polri terhadap ketahanan pangan nasional, tapi juga bentuk nyata kemitraan dengan petani lokal,” tegas AKBP Danang Setiyo P. S. dalam sambutannya. Beliau juga menambahkan, “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.”
Acara panen raya ini terasa semakin istimewa karena terhubung langsung dengan Zoom Nasional bersama Presiden RI. Dalam agenda tersebut, Presiden meresmikan pembangunan 18 gudang penyimpanan jagung oleh Polri di seluruh Indonesia. Sebuah langkah strategis untuk memastikan hasil panen dapat tersimpan dengan baik dan didistribusikan secara efisien. Tak hanya itu, momen bersejarah juga terjadi saat Presiden melepas ekspor perdana 1.200 ton jagung dari Kalimantan Barat ke Malaysia. Ini membuktikan bahwa Indonesia mampu meningkatkan produksi jagung dan bersaing di pasar internasional.
Presiden Prabowo dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Beliau juga menyoroti peningkatan produksi jagung pada Kuartal II 2025 yang melonjak 48 persen dibandingkan kuartal sebelumnya sebagai capaian yang sangat strategis. Angka ini menunjukkan bahwa upaya bersama antara pemerintah, Polri, dan masyarakat mulai membuahkan hasil yang signifikan.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan adalah bentuk perluasan peran institusi untuk mendukung pembangunan nasional secara menyeluruh. “Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga hadir dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKP Bambang Subinajar menambahkan, “Kami juga mengambil bagian dalam pendampingan dan bantuan benih, serta mendorong petani untuk menerapkan pola tanam yang baik.” Hal ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir saat panen, tetapi juga terlibat aktif dalam seluruh proses pertanian, mulai dari persiapan lahan hingga pemasaran hasil panen.
Panen Raya Jagung Kuartal II ini dilaksanakan secara serentak mulai tingkat Polda, Polres hingga Polsek se-Indonesia melalui sambungan Zoom dan live streaming YouTube. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional telah menyebar ke seluruh pelosok negeri.
Partisipasi aktif Polres Malang dalam panen raya jagung ini adalah bukti nyata bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan mendukung program ketahanan pangan, Polri turut berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang mandiri dan sejahtera.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Melalui kemitraan yang solid, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Malang dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi para petani dan masyarakat luas.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut serta dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, Indonesia pasti bisa mencapai swasembada pangan dan menjadi negara yang kuat dan mandiri.
Panen raya jagung di Mojosari ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi sebuah gerakan nyata untuk mewujudkan mimpi Indonesia yang berdaulat pangan. Semoga semangat ini terus berkobar dan membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai informasi tambahan, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui berbagai program, seperti penyediaan bibit unggul, pupuk bersubsidi, dan pelatihan bagi petani. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi.
Dengan dukungan dari semua pihak, diharapkan sektor pertanian Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia yang berdaulat pangan dan sejahtera!
Sumber: Kabarmalang







