MALANG – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak acara Bersih Desa di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, pada Minggu (13/7/2025) malam. Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi ini menekankan pentingnya tradisi sedekah atau sodakoh dalam berbagai bentuk sebagai wujud syukur dan sarana menolak musibah.
Di hadapan masyarakat yang berkumpul, Abah Sanusi mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada pemerintah dan seluruh warga Desa Mendalanwangi yang telah menyelenggarakan tradisi tahunan tersebut.
Ia turut mendoakan agar seluruh warga senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, rezeki yang berkah, serta dijauhkan dari segala marabahaya.
“Selamat melaksanakan bersih desa, semoga kita semua diberikan barokah kesehatan dan dijauhkan dari segala musibah,” ujar Bupati Malang saat menyapa warga.
Lebih lanjut, Abah Sanusi mengaitkan tradisi gotong royong dalam bersih desa dengan ajaran luhur, baik dari nilai-nilai agama maupun kebangsaan.

Ia menyebut bahwa semangat tolong-menolong ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW dan juga semangat gotong royong yang dicanangkan oleh Presiden Soekarno saat mendirikan bangsa.
“Rasulullah bersabda, kalau kita ingin dijauhkan dari musibah, perbanyaklah sodakoh. Sodakoh itu menolak balak,” tegasnya, seraya menjelaskan bahwa memberi manfaat dan kebahagiaan kepada sesama adalah inti dari ajaran tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Malang menguraikan bahwa sodakoh tidak hanya terbatas pada harta. Ia menjabarkan tiga jenis sodakoh yang dapat diamalkan setiap individu:
- Sodakoh Harta: Memberikan materi atau barang yang dimiliki, seperti sajian makanan dalam acara bersih desa.
- Sodakoh Ilmu: Membagikan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki agar bermanfaat bagi orang lain.
- Sodakoh Tenaga dan Jabatan: Menggunakan kemampuan, tenaga, dan posisi yang dimiliki untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
“Pak Kepala Desa, Pak Syahroni, yang ahli di bidang peternakan dan pertanian, maka rakyatnya harus diberi tahu cara beternak dan bertani yang baik. Itu sodakoh ilmu. Para guru, sodakoh ilmu kepada muridnya agar pintar semua.
Bupati sodakoh melalui kebijakan dari jabatannya,” tambah Abah Sanusi seraya memberikan contoh nyata yang mudah dipahami oleh masyarakat.







