MALANG – Sebuah kabar baik bagi dunia pendidikan dan sosial di Kabupaten Malang datang langsung dari ibu kota. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI secara resmi memastikan akan membangun “Sekolah Rakyat” di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Kepastian ini didapat setelah Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, melakukan audiensi langsung dengan jajaran Kemensos di Jakarta.
Pertemuan strategis tersebut digelar di Hotel Bidakara Pancoran, Jakarta, pada Sabtu (30/8) siang lalu. Wakil Bupati yang akrab disapa Bu Nyai Lathifah bertemu langsung dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos RI, Robben Rico, untuk membahas secara detail realisasi program prioritas tersebut.
“Alhamdulillah, Kabupaten Malang dipastikan mendapat program Sekolah Rakyat. Bapak Sekjen Kemensos sudah memastikan hal ini dan lokasinya tetap di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur,” ungkap Bu Nyai Lathifah usai pertemuan.
Keberhasilan lobi ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Malang dalam memperjuangkan program-program nasional agar dapat mendarat dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Awalnya, audiensi ini dijadwalkan akan diterima langsung oleh Menteri Sosial, H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), namun mendadak ia dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto, sehingga pertemuan diwakilkan kepada Sekjen.
Meski demikian, Bu Nyai Lathifah menegaskan bahwa substansi dan komitmen dari kementerian tidak berubah. “Kemensos siap bersinergi dan mendukung penuh program-program nasional yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial untuk kemajuan Kabupaten Malang,” tegasnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif dari pemerintah pusat yang memiliki visi besar. Sekolah ini dirancang bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan formal alternatif, melainkan sebagai sebuah ruang sosial yang inklusif.
Tujuannya adalah untuk memberikan harapan dan membuka peluang masa depan bagi masyarakat yang karena berbagai alasan tidak dapat mengakses jalur pendidikan reguler.
Lebih dari sekadar transfer ilmu pengetahuan, Sekolah Rakyat juga akan memberikan layanan dukungan psikososial.
Diharapkan, keberadaannya dapat membangun kembali rasa percaya diri dan memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi para pesertanya, sejalan dengan semangat untuk tidak meninggalkan seorang pun dalam proses pembangunan (no one left behind).
Dengan adanya kepastian dari Kemensos ini, Pemerintah Kabupaten Malang akan segera mengambil langkah-langkah persiapan di tingkat daerah.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Srigonco, yang kelak akan menjadi mercusuar baru bagi pendidikan inklusif di wilayah selatan Kabupaten Malang.







