Di Tengah Gerakan Pangan Murah, Bupati Malang Serukan Jaga Kondusivitas dan Persatuan Bangsa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang difokuskan pada penjualan beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Acara yang dipimpin langsung…

MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang difokuskan pada penjualan beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., dan Wakil Bupati Dra. Hj. Lathifah Shohib ini digelar di Gedung Cindewilia pada Senin (1/9) pagi kemarin.

Dalam program ini, beras berkualitas baik dari Perum Bulog dijual dengan harga Rp 55.000 per 5 kilogram, sebuah harga yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat yang hadir. Gerakan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah-tengah masyarakat.

Operasi pasar ini memiliki skala yang masif. Pemerintah daerah, melalui Dinas Ketahanan Pangan, telah menyiapkan stok sebanyak 1.393 ton beras dari Bulog untuk program ini. Secara bertahap, sekitar 8 ton beras akan disalurkan di 33 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Pihak Bulog pun memastikan ketersediaan stok secara keseluruhan masih sangat aman, dengan cadangan mencapai 35.000 ton.

Bupati Sanusi dalam sambutannya menekankan bahwa program ini adalah buah dari kerja sama dan sinergi yang solid. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada jajaran Forkopimda yang turut andil dalam kesuksesan acara. “Terima kasih Pak Kapolres, Pak Dandim, juga Bulog telah melaksanakan penjualan beras murah pada hari ini. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berjalan,” ungkap Bupati.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Sanusi menyempatkan diri untuk mengunjungi Polsek Pakisaji. Di sana, ia menyampaikan pesan yang lebih luas kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang, yaitu pentingnya menjaga situasi yang kondusif, damai, dan aman di tengah berbagai dinamika yang terjadi.

Dalam arahannya, ia secara tegas berharap tidak ada lagi kerusuhan atau bencana di Kabupaten Malang. Ini menjadi sebuah seruan penting untuk menjaga ketertiban sosial. “Saat seperti ini kita semua harus tetap menjaga kondusivitas, kedamaian, dan keselamatan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar keamanan lokal, Bupati juga menyentuh isu persatuan bangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memegang teguh semangat “NKRI harga mati” sebagai pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada akhirnya, kegiatan Gerakan Pangan Murah ini memiliki dua makna penting. Di satu sisi, ini adalah intervensi ekonomi pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas harga. Di sisi lain, ini menjadi platform bagi pemimpin daerah untuk menyampaikan pesan persatuan dan kedamaian.

Dihadiri oleh jajaran lengkap mulai dari pimpinan DPRD, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), hingga seluruh camat, acara ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Kabupaten Malang yang makmur, aman, dan sejahtera.