Puisi ‘Menari di Atas Matahari’ Pukau Mensos dan Bupati Malang, Janjikan Gedung Permanen untuk Sekolah Rakyat

Suasana haru dan penuh motivasi menyelimuti kunjungan Menteri Sosial RI, H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., di Sekolah…

Zona Malang – Suasana haru dan penuh motivasi menyelimuti kunjungan Menteri Sosial RI, H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang pada Senin (8/9/2025). Momen puncak terjadi saat tiga siswa membawakan puisi yang berhasil menyentuh hati para pejabat dan hadirin, yang kemudian dijawab dengan komitmen nyata untuk masa depan sekolah tersebut.

Kunjungan kerja ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga penegasan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung model pendidikan alternatif yang menyasar anak-anak dari berbagai latar belakang. Acara ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan potensi siswa adalah aset utama yang harus didukung.

Kreativitas Siswa Jadi Jantung Acara

Acara dibuka dengan khidmat melalui lantunan sholawat yang dibawakan oleh para siswa, menciptakan atmosfer yang teduh. Namun, perhatian Gus Ipul dan Bupati Sanusi benar-benar tersedot saat tiga siswa dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Batu naik ke panggung untuk membacakan puisi berjudul ‘Menari di Atas Matahari’.

Pembawaan yang penuh penghayatan dan lirik yang dalam tentang keberanian bermimpi sukses membuat para pejabat terdiam dan merenung. Selain puisi, panggung juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan lain seperti nyanyian, tarian, dan paduan suara yang menunjukkan beragamnya bakat siswa-siswi Sekolah Rakyat.

Menanggapi semangat yang ditunjukkan para siswa, Gus Ipul dalam sambutannya menegaskan status Sekolah Rakyat sebagai sekolah rintisan yang akan terus dikembangkan. Beliau menyampaikan kabar gembira bahwa pembangunan gedung permanen ditargetkan akan dimulai pada tahun depan.

“Kesehatan siswa adalah kunci utama agar proses belajar bisa berjalan baik,” ujar Gus Ipul. Beliau juga memperkenalkan program Talent DNA, sebuah inisiatif untuk memetakan potensi dan bakat unik setiap siswa sebagai dasar pengembangan diri mereka.

Sebagai bentuk apresiasi langsung, Bupati Malang H. M. Sanusi memberikan hadiah kepada para siswa yang telah tampil. “Ini sebagai motivasi agar kalian semua semakin semangat dalam menuntut ilmu,” ungkapnya saat menyerahkan hadiah.

Pendidikan sebagai Kunci Pengentasan Kemiskinan

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menekankan visi yang lebih besar. Menurutnya, kolaborasi sinergis antara Kementerian Sosial, kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Bupati dan Wali Kota adalah kunci untuk menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

“Kita harus punya keyakinan yang sama bahwa setiap anak, dari mana pun asalnya, berhak punya mimpi besar,” tegas Gus Ipul, mengaitkan pesan ini dengan puisi yang baru saja ia saksikan. Ia mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk memulai dari cara berpikir yang sama: memotivasi anak-anak agar berani bermimpi dan menyediakan sarana bagi mereka untuk mewujudkannya.

Ini adalah sinyal positif bahwa pemerintah daerah dan pusat memberikan perhatian serius terhadap pemerataan akses pendidikan di wilayah Malang, khususnya bagi kelompok rentan. Keberhasilan sekolah rintisan ini bisa menjadi model untuk dikembangkan di kecamatan lain.

Konsep Sekolah Rakyat (SR) merupakan model yang sedang dikembangkan di beberapa daerah di Jawa Timur sebagai hasil kolaborasi pemerintah dan komunitas. Program ini menyasar siswa setingkat SMP dan SMA yang tidak terakomodasi di sekolah formal.

Pasca kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Malang diperkirakan akan segera memulai proses perencanaan dan penganggaran awal untuk pembangunan gedung SRMA yang dijanjikan, yang kemungkinan akan masuk dalam rencana anggaran tahun fiskal berikutnya.