Peringatan Maulid Nabi di Tajinan Malang, Wabup Lathifah: Momen Meniru Akhlak Rasulullah, Bukan Hanya Seremonial

Zona Malang – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Masjid Darussalam di Desa Gunungsari, Kecamatan Tajinan, saat warga menggelar Majelis Taklim dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (2/10) sore.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, yang dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk memaknai Maulid Nabi sebagai momentum kebangkitan spiritual.

Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga besar PC BKMM DMI Kecamatan Tajinan, Wabup Lathifah menekankan bahwa peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW bukanlah sekadar acara seremonial tahunan.

“Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk memperdalam kecintaan kita kepada Rasulullah dan meneladani akhlak mulia beliau,” ujarnya.

Ia secara khusus mengingatkan kembali tentang empat sifat utama Rasulullah SAW yang patut menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu Shiddiq (Kejujuran), Amanah (Dapat Dipercaya), Fathanah (Cerdas), dan Tabligh (Menyampaikan Kebenaran). Menurutnya, dengan meneladani sifat-sifat tersebut, umat dapat memperkuat persatuan dan silaturahmi.

Ibu Nyai Lathifah, sapaan akrabnya, juga memberikan apresiasi tinggi kepada para alim ulama dan pengurus majelis taklim yang secara aktif menjaga syiar Islam di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa majelis taklim bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembinaan akhlak dan penguatan persaudaraan (ukhuwah).

“Mari kita wujudkan Kabupaten Malang yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tandasnya.

Kehadiran seorang pemimpin daerah seperti Wakil Bupati dalam kegiatan majelis taklim di tingkat desa ini menjadi sebuah hal penting dan simbolis. Bagi Anda sebagai warga masyarakat, ini menandakan adanya dukungan dan apresiasi penuh dari pemerintah terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang tumbuh di akar rumput.

Ini menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah (umaro) dan para alim ulama adalah pilar penting dalam pembangunan daerah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan moral.