Zona Malang – Suasana sore di Pantai Balekambang terasa istimewa pada Jumat (3/10) lalu. Di tengah debur ombak, puluhan seniman batik se-Kabupaten Malang berkumpul untuk memperingati Hari Batik Nasional 2025 dalam sebuah acara bertajuk “Merajut Kebersamaan Menoreh Warisan”. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., yang mengajak para pengrajin untuk menyinergikan warisan budaya batik dengan potensi pariwisata daerah.
Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Paguyuban Pengrajin Batik Hasta Padma tersebut, Bupati Sanusi bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaida Sanusi, turut serta secara simbolis mewarnai selembar kain batik bermotif Garudeya, yang merupakan motif khas Kabupaten Malang.
Bupati Sanusi dalam arahannya menekankan bahwa Batik Garudeya bukan sekadar motif biasa. Ia memiliki nilai historis yang mendalam, karena relief Garudeya di Candi Kidal merupakan salah satu sumber inspirasi lahirnya lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila.
“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjadikan Batik Garudeya semakin dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Di hadapan 70 pengrajin yang hadir, Bupati menyampaikan empat pesan strategis. Pertama, ia meminta para pengrajin untuk mempertahankan kualitas dan keaslian batik tulis. Kedua, ia mendorong pengembangan motif-motif baru yang terinspirasi dari kearifan lokal Malang, seperti alam pegunungan dan ikon wisata. Ketiga, ia mengajak pengrajin untuk memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran agar bisa menembus pasar nasional bahkan internasional.
Terakhir, dan yang paling penting, ia menekankan pentingnya sinergi antara batik dengan pariwisata. “Batik Garudeya dapat kita promosikan sejalan dengan promosi destinasi unggulan seperti Pantai Balekambang. Dengan demikian, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga membawa pulang batik sebagai cinderamata khas Kabupaten Malang,” pesannya.
Arahan Bupati ini menjadi sebuah hal penting yang menandakan visi pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Malang. Bagi Anda, baik sebagai warga lokal maupun wisatawan, ini adalah sinyal bahwa ke depannya pengalaman berwisata di Malang akan semakin terintegrasi dengan budaya lokal.
Anda tidak hanya akan disuguhi keindahan alam, tetapi juga akan lebih mudah menemukan dan membeli produk-produk kerajinan otentik seperti Batik Garudeya di pusat-pusat wisata. Sinergi ini akan memperkaya pengalaman Anda sekaligus memberdayakan para pengrajin lokal secara langsung.







