Zona Malang – Dalam sebuah konsistensi yang telah berjalan selama empat tahun, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., kembali melaksanakan program andalannya, Safari Sholat Subuh Keliling. Tiba di putaran ke-129, kegiatan ini digelar di Masjid Al Baitun Mu’in, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, pada Minggu (2/11) pagi.
Di hadapan para jamaah dan jajaran Forkopimda, Bupati tidak hanya mengajak warga untuk memakmurkan masjid, tetapi juga menyampaikan kekhawatiran utamanya tentang tantangan terbesar yang dihadapi keluarga saat ini: dampak negatif dari kemajuan teknologi dan smartphone.
Acara yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Malang, Ir. H. M. Kholiq, serta jajaran MUI dan DMI Kabupaten Malang ini, dimulai sebagai sebuah gerakan untuk memperkuat keimanan. Bupati Sanusi menjelaskan bahwa program Subuh Keliling adalah ikhtiar bersama untuk mengajak masyarakat kembali rajin beribadah di masjid. Ia meyakini, sesuai dengan ajaran hadis, bahwa daerah yang masyarakatnya beriman dan bertaqwa akan dilimpahi keberkahan dan dijauhkan dari musibah.
Bagi Bupati Sanusi, program yang telah berlangsung ratusan kali ini bukan lagi sekadar kunjungan seremonial, melainkan telah berevolusi menjadi sebuah forum vital untuk berdialog langsung dengan warga di waktu paling hening.
Ia memanfaatkan mimbar subuh ini untuk menyentuh isu-isu yang paling dekat dengan denyut nadi keluarga. Kali ini, ia secara khusus menyoroti paradoks kemajuan zaman, di mana di satu sisi teknologi membawa kemudahan, namun di sisi lain ia membawa ancaman baru yang tak terlihat.
Secara terbuka, Bupati mengungkapkan kegelisahannya terhadap kemajuan teknologi yang tidak bisa dibendung, terutama smartphone. Ia mengingatkan para orang tua bahwa di dalam satu genggaman telepon pintar, terdapat segala macam informasi yang dapat mempengaruhi kepribadian anak-anak. “Paham dan tontonan yang mengandung unsur yang dapat merusak kepribadian generasi penerus bangsa banyak di internet. Di sinilah peranan semua pihak untuk mengawasinya,” tegas Bupati Sanusi.
Merespons tantangan digital ini, Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang tidak tinggal diam. Mereka secara proaktif meluncurkan berbagai program yang dirancang khusus untuk “membentengi” generasi muda. Program ini tidak hanya bersifat imbauan, tetapi telah menjadi kebijakan struktural yang mengikat di dunia pendidikan formal.
Selain membangun benteng spiritual melalui jalur pendidikan formal, Pemkab Malang juga menerapkan strategi kedua, yaitu “mengalihkan perhatian”. Pemerintah secara aktif mendukung dan mendanai berbagai kegiatan kepemudaan yang bersifat positif, baik di bidang olahraga, kesenian, maupun pendidikan lainnya. “Karena dengan melaksanakan kegiatan positif seperti itu, pikiran dan keinginan untuk melaksanakan perbuatan negatif bisa diminimalisir,” pungkasnya.
Langkah dual-strategi yang dipaparkan Bupati Malang ini menjadi sebuah hal penting yang menunjukkan respons adaptif pemerintah daerah terhadap tantangan modern. Bagi Anda sebagai orang tua di Kabupaten Malang, ini adalah sinyal bahwa pemerintah tidak hanya “menyalahkan” gawai, tetapi juga secara aktif mencoba memberikan solusi dari dua sisi.
Di satu sisi, pemerintah berupaya memperkuat fondasi spiritual anak-anak Anda melalui program keagamaan yang terstruktur di sekolah. Di sisi lain, pemerintah juga berusaha keras bersaing merebut “waktu layar” anak Anda dengan cara menyediakan alternatif kegiatan offline yang sehat dan menarik, seperti olahraga dan seni, sebagai wadah penyaluran energi yang positif.







