Zona Malang – Semangat Hari Pahlawan terasa begitu berbeda di Kecamatan Turen pada Minggu (9/11) pagi. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Stadion Barat, bukan untuk upacara formal, melainkan untuk merayakan perjuangan era modern melalui olahraga, seni, dan kebersamaan dalam acara bertajuk “Turyantapada Prana Marga” atau Turen Car Free Day.
Kehadiran Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menjadi pusat perhatian. Bu Nyai Lathifah, sapaan akrabnya, tidak hanya hadir untuk membuka acara, tetapi juga membaur bersama warga, Camat, Forkopimcam Turen, dan komunitas Media Dialog Masyarakat (Medimas) untuk membagikan doorprize kepada para peserta yang beruntung.
Dalam sambutannya, Wabup Lathifah menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara yang bertepatan dengan momentum penting, yakni menjelang Hari Pahlawan dan Hari Jadi Kabupaten Malang. Ia menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga tidak boleh hanya dikenang dalam seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di masa kini.
“Jika dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan, maka hari ini kita berjuang melawan kemalasan, kebodohan, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan,” tegas Bu Nyai Lathifah, memberikan konteks baru pada makna kepahlawanan. Ia mengajak masyarakat untuk menjadi pahlawan di lingkungannya masing-masing: pahlawan di keluarga dengan mendidik anak berkarakter, pahlawan di masyarakat dengan menebar kebaikan, dan pahlawan di tempat kerja dengan menjunjung tinggi integritas.
Penyelenggaraan Car Free Day (CFD) di Turen ini merupakan sebuah langkah maju yang signifikan. CFD yang selama ini identik dengan kota-kota besar, kini mulai diadopsi di tingkat kecamatan. Ini menandakan adanya pergeseran kesadaran kolektif akan pentingnya ruang publik yang aman dan sehat. Dengan menutup sementara ruas jalan utama dari kendaraan bermotor, warga dari segala usia—anak-anak, remaja, hingga lansia—mendapatkan “karpet merah” untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati lingkungan mereka tanpa polusi.
Bagi Kecamatan Turen, CFD bukan sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan. Sebagai salah satu kecamatan yang berkembang pesat di selatan Malang, ruang terbuka untuk interaksi sosial dan rekreasi menjadi semakin vital. Acara yang diprakarsai oleh komunitas Medimas ini menunjukkan kekuatan inisiatif bottom-up (dari bawah) yang difasilitasi penuh oleh pemerintah, menciptakan sebuah sinergi yang ideal untuk pembangunan daerah.
Wabup Lathifah pun memuji relevansi kegiatan CFD dengan semangat kepahlawanan. Menurutnya, CFD adalah ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kesadaran akan hidup sehat serta ramah lingkungan. “Inilah bentuk perjuangan masa kini: berjuang menjaga bumi, menebar kebaikan, dan memperkuat solidaritas sosial,” ujarnya.
Ia berharap Turen Car Free Day dapat menjadi contoh inspiratif bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti gedung tinggi atau jalan lebar, tetapi juga dari kualitas hidup warganya yang sehat, peduli, dan bahagia. Ia pun secara khusus berpesan kepada generasi muda yang hadir untuk terus berkarya dan menjadi agen perubahan di bidangnya masing-masing.
Bagi Anda sebagai warga Turen dan sekitarnya, kehadiran Car Free Day di Jalan Stadion Barat ini adalah sebuah kabar penting yang membawa angin segar. Ini bukan sekadar acara lari pagi biasa, melainkan peresmian sebuah ruang publik baru yang didedikasikan untuk Anda. Ini adalah kesempatan untuk berolahraga dengan aman, menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga di akhir pekan, dan memperkuat ikatan sosial dengan tetangga. Dukungan penuh dari Wakil Bupati juga menjadi jaminan bahwa kegiatan positif yang lahir dari inisiatif komunitas ini akan terus berlanjut dan menjadi bagian dari gaya hidup baru masyarakat Turen.







