Meriah! Dekranasda Fest 2025, Batik Garudeya hingga Nasi Goreng Kecombrang Jadi Primadona

KABUPATEN MALANG, Zona Malang – Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang mendadak berubah menjadi panggung pesta rakyat yang megah pada Sabtu (29/11) pagi. Gelaran 2nd Dekranasda – Fest 2025 sukses menyedot perhatian ribuan mata, mulai dari pejabat daerah hingga masyarakat umum.

Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., hadir langsung didampingi sang istri, Hj. Anis Zaidah, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malang. Keduanya tampak menikmati suguhan kreativitas yang ditampilkan warganya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang.

Suasana semakin semarak saat para model belia dari SMK Cendekia Bangsa Kepanjen melenggang di atas catwalk. Mereka memamerkan busana batik bermotif Garudeya, sebuah corak khas yang sarat filosofi sejarah Malang. Penampilan disusul oleh aksi memukau dari Putri Garudeya Kabupaten Malang yang mengenakan mahakarya desainer lokal.

Namun, yang paling dinanti pengunjung adalah sesi masak besar. Ketua Dekranasda bersama selebgram lokal Mama Lela dan kawan-kawan, berkolaborasi dengan Chef Ayub dari Shanaya Resort. Mereka mendemonstrasikan pembuatan Nasi Goreng Kecombrang.

Aroma sedap kecombrang yang khas langsung menyeruak, menggugah selera para pengunjung. Menu ini digadang-gadang bakal menjadi ikon kuliner baru dari Kabupaten Malang. Ratusan warga pun antusias mencicipi hasil olahan tersebut bersama-sama.

“Dekranasda – Fest tahun ini adalah tahun kedua, dan alhamdulillah antusiasnya terus meningkat. Ini bukti bahwa ekonomi kreatif kita sedang menggeliat,” ujar Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati, dengan wajah sumringah.

Dalam arahannya, Sanusi menegaskan ambisi besarnya. Ia ingin menjadikan event ini sebagai langkah strategis untuk menasbihkan Kabupaten Malang sebagai pusat industri kreatif dan UMKM paling produktif di Jawa Timur.

Kepada para pelaku UMKM, khususnya binaan Dekranasda, Bupati berpesan agar tidak cepat puas. Menurutnya, di era modern yang serba cepat ini, inovasi produk dan kemampuan membaca pasar adalah kunci bertahan hidup.

“Persaingan pastinya semakin berat. Hanya mereka yang memiliki kreativitas dan konsistensi tinggi yang akan bertahan dan memenangkan pasar,” tegasnya memberikan motivasi.

Lebih jauh, Abah Sanusi juga menaruh harapan besar pada pundak generasi muda. Pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda yang ingin terjun ke dunia ekonomi kreatif sebagai persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

“Semoga langkah ini jadi pemantik. Kita ingin semakin banyak produk unggulan tercipta, sehingga masyarakat global mengenal Kabupaten Malang bukan hanya karena wisatanya, tapi juga industri kreatifnya,” pungkas Bupati.

Gelaran Dekranasda Fest yang memasuki tahun kedua ini patut diapresiasi sebagai etalase nyata bagi “wajah” kreatif Kabupaten Malang. Pelibatan siswa SMK dalam peragaan busana adalah langkah cerdas untuk menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan industri riil. Ini membuktikan bahwa karya anak sekolah tidak kalah kelas dengan desainer profesional, asalkan diberi panggung yang tepat.

Namun, peluncuran “Nasi Goreng Kecombrang” sebagai ikon kuliner baru jangan sampai berhenti di seremoni masak besar saja. Pemerintah Daerah perlu membuat regulasi atau himbauan agar menu ini wajib ada di setiap hotel, restoran, dan kafe di Kabupaten Malang. Tanpa keberlanjutan dan branding yang masif, ikon kuliner hanya akan menjadi menu viral sesaat yang kemudian hilang ditelan zaman.