Ekonomi Batu Menggeliat, Mas Heli Tantang UMKM ‘Naik Kelas’ Lewat Scale Up Business

KOTA BATU, Zona Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus tancap gas dalam memajukan ekonomi kerakyatan. Keseriusan ini dibuktikan lewat gelaran strategis bertajuk “Scale Up Business” yang menjadi sorotan utama dalam rangkaian Pasar Rakyat UMi 2025.

Agenda ini dirancang bukan sekadar sebagai seremonial, melainkan langkah konkret untuk mengakselerasi pertumbuhan usaha kecil. Fokus utamanya adalah membuka keran kolaborasi lintas sektor serta mendongkrak kualitas produk lokal agar siap bertarung di pasar yang lebih luas.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, hadir langsung untuk memberikan motivasi. Sosok yang akrab disapa Mas Heli ini menegaskan bahwa Kota Batu menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa, mulai dari sektor industri kreatif, pertanian olahan, hingga ekonomi penunjang pariwisata.

Meski demikian, Mas Heli mengingatkan para pelaku usaha agar tidak cepat puas. Menurutnya, tantangan era digital, perubahan pola konsumsi masyarakat yang cepat, serta manajemen bisnis yang profesional masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Scale Up Business ini adalah ruang harapan bagi usaha kecil untuk tumbuh besar. Di sini, ide sederhana bisa bertransformasi menjadi produk unggulan. Kerja sunyi para pelaku usaha inilah yang menjadi kekuatan sejati ekonomi daerah,” ujar Heli dalam sambutannya, Jumat (29/11/2025).

Sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras berbagai pihak, Pemkot Batu turut memberikan apresiasi khusus. Penghargaan diserahkan kepada sejumlah instansi dan tokoh kunci yang dinilai konsisten mengawal kemajuan UMKM di Kota Apel.

Penerima penghargaan tersebut meliputi jajaran Polres Batu, Kejaksaan Negeri Batu, Kemenag, hingga Bea Cukai Malang. Tak ketinggalan, unsur perbankan, akademisi, dan pelaku UMKM berprestasi juga mendapat sorotan atas peran vital mereka dalam memfasilitasi ekspor, pembiayaan, dan regulasi.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Batu berharap momentum kebangkitan ekonomi terus terjaga. Sinergi multipihak diharapkan mampu mencetak UMKM yang tidak hanya tangguh dan adaptif, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di level nasional maupun global.

Istilah “Scale Up” jangan hanya berhenti menjadi jargon seminar semata. Langkah Pemkot Batu menggandeng instansi vertikal seperti Bea Cukai dan Kejaksaan adalah manuver cerdas. Artinya, hambatan UMKM bukan lagi sekadar modal, tetapi juga pemahaman regulasi ekspor dan hukum bisnis. Jika pendampingan ini konsisten, mimpi melihat produk keripik apel atau olahan susu Batu membanjiri pasar luar negeri bukanlah hal yang mustahil.

Namun, tantangan terbesar bagi UMKM lokal seringkali adalah konsistensi kualitas dan kemasan (packaging). Pemerintah daerah harus memastikan bahwa setelah acara penghargaan usai, para pelaku usaha ini tetap didampingi, khususnya dalam hal digital branding dan standardisasi produk. Jangan sampai semangat mereka layu sebelum berkembang hanya karena kalah bersaing secara visual di marketplace digital.