Zona Malang – Suasana khidmat menyelimuti Dusun Alas Gede, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang pada Minggu (12/1) pagi. Ribuan santri, wali santri, tokoh agama, dan masyarakat sekitar berkumpul dalam Haul Akbar ke-4 Masyayikh Pondok Pesantren Raudhatul Amin. Acara ini menjadi momentum spiritual untuk mengenang jasa para pendiri pesantren yang telah mendedikasikan hidupnya bagi pendidikan keagamaan, dakwah, dan pembinaan akhlak generasi muda.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. atau yang akrab disapa Abah Sanusi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing. “Para wali santri patut bersyukur ketika putra-putrinya menempuh pendidikan di pondok pesantren. Sebab pesantren tidak hanya mencetak insan cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan moral,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abah Sanusi menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci utama kehidupan. “Ketika orang itu berilmu maka Insyaallah dunia akan mengikutinya. Begitupun jika seseorang menjadi kiai atau alim, rezeki akan datang dengan sendirinya. Selama kita terus belajar, mendalami ilmu, dan mampu mengaji, tidak perlu khawatir, Insyaallah rezeki juga pasti akan mengikuti,” tuturnya.
Selain menyoroti pentingnya pendidikan, Bupati Malang juga mengingatkan peran santri sebagai garda terdepan dalam menjaga akidah, persatuan, dan keutuhan bangsa. Di tengah tantangan zaman serta berbagai musibah yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, ia mengajak santri dan umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Mari kita perbanyak membaca shalawat dan istighfar. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Anfal ayat 33, Allah tidak akan menurunkan azab kepada kaum yang senantiasa beristighfar dan mendekatkan diri kepada Rasulullah melalui shalawat,” ungkapnya.
Haul Akbar ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah antara ulama, umara, dan masyarakat. Pesantren ditegaskan sebagai pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Pemerintah Kabupaten Malang, lanjut Abah Sanusi, berkomitmen untuk terus mendukung eksistensi dan pengembangan pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Turut hadir mendampingi Bupati Malang, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Amin KH. M. Dahlan Nabrowy, unsur Forkopimcam Tumpang yang meliputi Camat, Danramil, Kapolsek, serta jajaran terkait lainnya. Kehadiran berbagai elemen tersebut semakin menegaskan sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan kehidupan beragama di Kabupaten Malang.







