Desa Ngabab Pujon Kabupaten Malang Gelar Upacara Adat Pecah Cikal Rayakan HUT 184

Wabup Malang Lathifah Shohib hadiri perayaan HUT ke-184 Desa Ngabab dengan upacara adat Pecah Cikal dan pawai budaya. Potensi kopi arabika jadi sorotan.

Zonamalang.com – Peringatan ulang tahun Desa Ngabab yang menginjak usia 184 tahun digelar dengan khidmat melalui ritual adat Pecah Cikal dan parade kebudayaan. Upacara pembukaan dipusatkan di gedung Balai Desa setempat, Kecamatan Pujon, pada Senin pagi, 1 Juni lalu.

Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir mewakili Bupati Drs. H. M. Sanusi, M.M., untuk meresmikan rangkaian acara tersebut. Sejumlah pejabat turut menghadiri momen bersejarah ini, termasuk anggota legislatif daerah, kepala dinas di lingkungan Pemkab Malang, jajaran Muspika Pujon, hingga tokoh masyarakat dan ulama.

Momentum perayaan yang jatuh bersamaan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila di tanggal 1 Juni ini menjadi kesempatan strategis untuk mempererat semangat persatuan dan kerja sama antarwarga. Panitia penyelenggara mengangkat tema “Harmoni Nyawiji Hanggayuh Kapti” yang mengandung makna filosofis tentang keharmonisan untuk bersatu mencapai kemakmuran kolektif.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian usia desa yang hampir dua abad tersebut. Perjalanan panjang masyarakat Ngabab dalam mempertahankan harmoni dan budaya lokal dinilai patut diteladani.

“Tradisi seperti Pecah Cikal ini bukan sekadar ritual seremonial belaka. Ini adalah pusaka leluhur yang sarat makna tentang rasa syukur, doa keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Lathifah Shohib.

Perayaan ini juga memperkuat kolaborasi antara kalangan agamawan, pemerintahan, dan seluruh elemen masyarakat. Menarik dicatat bahwa komposisi penduduk Desa Ngabab hampir seluruhnya beragama Islam, dengan afiliasi mayoritas terhadap organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama, baik dalam konteks kultural maupun struktural.

Pentingnya Gotong Royong dan Kepemimpinan

Wabup Malang juga menyampaikan pesan tentang signifikansi nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan pentingnya kepatuhan kepada pemimpin sepanjang sesuai dengan koridor syariat.

“Kejayaan Islam terletak pada kekuatan berjamaah dan kebersamaan. Fondasi kekuatan itu ada pada kepemimpinan yang amanah,” jelasnya.

Revitalisasi Potensi Ekonomi Lokal

Selain aspek pelestarian tradisi, peringatan hari jadi ini membuka diskusi seputar pemberdayaan ekonomi wilayah. Hasil pembahasan dengan panitia menghasilkan rencana pemerintah daerah untuk menggali kembali potensi komoditas unggulan seperti Kopi Arabika dan Kakao.

“Kami mempertimbangkan Desa Ngabab sebagai lokasi uji coba pengembangan kopi dan kakao di Kabupaten Malang,” ungkap Wakil Bupati.

Rangkaian Acara Seni Budaya

Seluruh agenda kegiatan seni dan budaya dijadwalkan berlangsung selama satu pekan penuh. Dimulai dari pembukaan pada 1 Juni dan akan ditutup pada 8 Juni 2026. Pemerintah daerah menaruh harapan besar bahwa gelaran ini dapat mengangkat sektor wisata dengan menawarkan pengalaman budaya autentik kepada pengunjung.

Tradisi Pecah Cikal yang telah diwariskan secara turun-temurun ini diharapkan tetap lestari sebagai identitas kultural masyarakat Ngabab. Kombinasi antara pelestarian warisan budaya dengan pengembangan potensi ekonomi lokal menjadi strategi pembangunan desa yang berkelanjutan.

Melalui perayaan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen mendukung setiap upaya desa dalam mempertahankan jati diri sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya. Sinergi antara tradisi dan modernitas diharapkan menjadi kunci kemajuan Desa Ngabab di masa mendatang.