Zonamalang.com – Kepala daerah Kabupaten Malang atau Bupati Malang turut menyaksikan langsung implementasi teknologi digital untuk industri peternakan susu di wilayahnya. Acara peresmian platform manajemen terintegrasi khusus peternak sapi perah digelar Kamis (11/6) di lokasi Koperasi KAN Jabung.
Drs. HM Sanusi, MM selaku Bupati hadir bersama sejumlah pejabat tinggi. Delegasi Swiss yang diwakili Duta Besar Olivier Zehnder, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan RI Adi Budiarso, Sekretaris Daerah Jawa Timur Adhy Karyono, serta pejabat Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Leontinus Alpha Edison turut menghadiri momen bersejarah ini. Pimpinan OJK Jatim dan manajemen KAN Jabung juga ikut menyaksikan peluncuran sistem tersebut.
Inisiatif digitalisasi ekosistem usaha ternak susu ini merupakan gagasan dari OJK untuk kawasan Malang Raya. Program transformasi ini dirancang sebagai solusi memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mempermudah akses modal bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah sektor peternakan melalui pendekatan berbasis rantai nilai digital.
Sistem Enterprise Resource Planning yang diluncurkan ditujukan untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis peternakan mulai dari hulu hingga hilir. Platform ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan akses permodalan yang selama ini dihadapi para peternak lokal.
Pimpinan daerah menyatakan antusiasme tinggi terhadap pemilihan komoditas susu sapi sebagai prioritas pengembangan ekonomi regional. Kabupaten Malang dinilai sangat layak menjadi pilot project mengingat posisinya sebagai produsen utama susu segar di tingkat provinsi maupun nasional.
“Keputusan ini sangat strategis karena daerah kami merupakan basis produksi susu terpenting di Jawa Timur dan Indonesia. Industri ini menghidupi ribuan rumah tangga peternak serta menjadi tulang punggung pasokan bahan baku industri pengolahan susu,” tegas Sanusi.
Kepala daerah memberikan penghargaan khusus kepada kolaborasi OJK dengan organisasi buruh internasional ILO dalam menghadirkan solusi teknologi bagi komunitas peternak. Kerja sama ini dinilai sangat relevan di tengah tuntutan kompetisi pasar yang kian ketat.
Di era digital saat ini, daya saing pelaku usaha tidak lagi semata bergantung pada volume produksi. Kemampuan mengelola informasi dan data bisnis secara presisi menjadi faktor kunci kesuksesan usaha modern.
Platform ERP membawa sejumlah keunggulan strategis bagi peternak. Sistem ini memfasilitasi pencatatan produksi harian, pengelolaan arus kas, monitoring stok pakan dan hasil ternak, hingga penyusunan laporan usaha komprehensif. Semua fitur dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih cepat dan akurat.
“Teknologi ini menjadi alat vital yang memampukan pelaku usaha mencatat hasil produksi, mengatur keuangan operasional, memantau inventori, membuat laporan berkala, serta membantu proses pengambilan keputusan strategis dengan lebih efisien,” urai Bupati Malang dalam sambutannya.
Bersamaan dengan peluncuran, dilakukan pula pengesahan dokumen kesepahaman Program Pengembangan Ekonomi Daerah Jawa Timur untuk tahun 2026. Bupati menegaskan harapannya agar perjanjian kerja sama ini tidak sekadar menjadi formalitas belaka.
Sanusi menginginkan kesepakatan tersebut diterjemahkan menjadi program aksi nyata yang terstruktur, dapat diukur capaiannya, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Fokus utama tentu saja komunitas peternak sapi perah yang tersebar di berbagai kecamatan Kabupaten Malang.
Digitalisasi sektor peternakan diharapkan membawa efek multiplier bagi perekonomian daerah. Dengan sistem manajemen yang lebih baik, produktivitas peternak dapat meningkat signifikan. Akses pembiayaan yang lebih mudah juga akan mendorong pengembangan usaha dan peningkatan skala produksi.
Program ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memberdayakan sektor riil melalui pendekatan teknologi. Kolaborasi multipihak yang melibatkan regulator keuangan, organisasi internasional, dan pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam mengangkat taraf hidup peternak Indonesia.







