Zonamalang.com – Drs. HM Sanusi, MM selaku Bupati Malang tercatat sebagai responden pertama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Malang. Pencatatan yang dilakukan pada Senin (15/6) siang ini menandai dimulainya pengumpulan data ekonomi skala besar di wilayah tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) secara simbolis melakukan pendataan terhadap kepala daerah sebagai bentuk pencanangan resmi program sensus. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan contoh langsung kepada masyarakat sebelum petugas statistik turun ke lapangan untuk mendata pelaku usaha dan warga secara menyeluruh.
Program sensus kali ini dirancang untuk memotret kondisi perekonomian regional secara komprehensif. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan strategi pembangunan dan penetapan kebijakan ekonomi daerah.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 terbagi dalam beberapa fase dengan rentang waktu Mei hingga Agustus 2026. Periode Mei-Juni dikhususkan untuk pencatatan usaha skala besar, di mana perusahaan-perusahaan diminta mengisi formulir secara mandiri.
Untuk usaha skala kecil hingga menengah serta masyarakat umum, petugas BPS akan melakukan kunjungan langsung dari pintu ke pintu. Metode door to door ini dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Juni sampai akhir Agustus 2026.
Ajakan Transparansi Data
Kepala daerah Kabupaten Malang mengeluarkan seruan kepada seluruh lapisan masyarakat dan komunitas pengusaha untuk berpartisipasi aktif. Transparansi dan kejujuran dalam memberikan informasi kepada pencacah statistik menjadi kunci keberhasilan program ini.
Menurut Sanusi, akurasi data yang diperoleh akan menentukan ketepatan kebijakan ekonomi yang akan dirumuskan. Informasi yang valid dan terpercaya akan memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Aset Strategis Pembangunan
Pemerintah daerah memposisikan hasil sensus sebagai instrumen strategis dalam perencanaan pembangunan jangka panjang. Data komprehensif yang terkumpul akan menjadi rujukan utama dalam menentukan prioritas program kerja pemerintah.
“Kami berharap seluruh masyarakat bisa memberikan jawaban yang sejujurnya, karena ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk menyusun program dan rencana kinerja. Kami berharap manfaatnya nanti kembali ke masyarakat,” ujar Bupati Malang.
Pernyataan ini menegaskan bahwa output dari sensus ekonomi bukan sekadar angka statistik, melainkan akan diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Imbauan Kehati-hatian
Bupati juga mengingatkan warga untuk bersikap kooperatif saat menerima kunjungan petugas sensus. Masyarakat diminta untuk memverifikasi identitas pencacah guna menghindari kemungkinan penyalahgunaan atau penipuan yang mengatasnamakan program pemerintah.
Langkah verifikasi ini penting untuk menjaga kredibilitas program sekaligus melindungi data pribadi responden. Petugas resmi BPS akan dilengkapi dengan identitas dan surat tugas yang sah dari lembaga statistik.
Dengan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat, diharapkan Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan database ekonomi yang akurat dan menjadi basis perencanaan pembangunan Kabupaten Malang yang lebih baik di masa mendatang.







