Zona Malang – Komika Arie Kriting ikut merespon kejadian cekcok di kafe Malang yang menimbulkan korban meninggal dunia mahasiswa Unitri asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Diketahui, kejadian ini terjadi pada hari Minggu 24 Juni 2023 dini hari, dimana saat KM sedang ikut pesta kelulusan kakak kelasnya disalah satu kafe di belakang UMM, Karangploso Malang.
Saat meninggalkan lokasi, tiba-tiba KM diteriaki oleh beberapa orang, pertengkaran akhirnya terjadi hingga salah satu pelaku menusuk KM hingga dia tersungkur bersimpah darah.
Menanggapi kejadian itu, Komika Arie Kriting menghimbau kepada mahasiswa dari Indonesia timur untuk menahan dari dan menunjukkan sikap demi membuat warga di Malang nyaman.
“Semoga ade-ade dari Indonesia Timur yang sedang sekolah di Kota Malang bisa tetap menahan diri dan tidak menunjukkan sikap yang membuat warga sekitar kurang nyaman. Kalian punya solidaritas, tapi harus sabar. Semoga jg ada keadilan hukum bagi korban pengeroyokan sebelumnya.” cuit Arie Kriting pada akun Twitternya @Arie_Kriting Minggu 24 Juni 2023.
Tidak hanya itu, Arie Kriting juga merespon cuitan dari beberapa netizen yang menyebut dirinya mengenai mahasiswa asal Indonesia timur yang terlibat pada kerusuhan dengan bahasa Malang-an.
“Gak kabeh sam. Akeh sing apik sisan kok. Tapi yo aku mengakui belakangan cara mainnya serem. Sampe2 iso mateni wong. Biyen yo onok sing gelut, tapi yo gak sampe mateni wong koyok ngene. Aku yo isin lan sedih sakjane. Sepurane yo warga Malang. 😔🙏🏽” balasan akun @Arie_Kriting
Banyak yang mendukung atas respon Arie ini di kolom komentar Twitternya, salah satunya dari akun @Ganeee***.
“Benar, tidak semua begitu banyak kok yang sopan², setiap ketemu juga nyapa “Monggo mas”
Nah orang yang seperti ini biasanya yang jadi korban, walaupun yang berbuat masalah satu dua orang dengan membawa kelompok masing² tapi akibatnya bakal semua yang kena” Ujar Gani.
“Betul mas ari, ndek kos ku saiki alias suhat arek timur e gaonok seng rese’ kerjoan e bisa dibilang mapan semua, kebanyakan di rumah sakit jadi perawat, moleh kerjo yowes langsung turu, gatau gitaran2 opo maneh ganggu konco liane” tulisa akun @bapako***.
Untuk diketahui, Arie Kriting pernah berada di Malang saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Nasional (ITN) Kota Malang.
Atas kejadian ini keamanan di sekitar Tlogomas pada malam hari sangat mengkhawatirkan, sebab teman korban banyak yang sedang memburu pelaku penusukan.
Pihak Kepolisian melakukan sweeping di daerah Tlogomas usai kejadian ini, sebab teman-teman kerban sedang memburu pelaku hingga ke Dau.
“Tadi mereka itu coba sweeping mencari pelaku (penikaman), tetapi sudah dibubarkan. Sekarang mereka dilokalisir di (yayasan) Gotong Royong untuk melihat temannya yang meninggal itu di rumah duka,” kata Kombes Pol Budi Hermanto kepada awak media, Minggu (25/6) malam.
Buher mejelaskan, lokalisir mahasiswa yang terlibat aksi sweeping ke Yayasan Gotong Royong itu untuk meminimalisir aksi bentrokan dengan warga. Mereka dilokalisir agar dapat melihat temannya yang telah emninggal akibat ditikam.
“Iya benar (mereka dibawa ke Yayasan Gotong Royong). Mereka mau lihat temannya itu. Kita lokalisir di sana semua. Totalnya ada kurang lebih 150 orang,” tegasnya.







