Polresta Malang Kota Ajak Pengendara Peringati Detik–Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 78

Zona Malang – Sekitar pukul 10 pagi, segala kegiatan termasuk lalu lintas di Jalan Basuki Rahmad dan simpang empat BCA Kota Malang mendadak berhenti. Kenapa? Karena petugas dari Satlantas Polresta Malang Kota meminta para pengendara berhenti sejenak, untuk menghormati momen penting detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Para pengendara, baik yang membawa mobil atau motor, dengan sigap turun dari kendaraan mereka. Mereka berdiri dengan sikap tegap, siap memberikan penghormatan begitu lagu Indonesia Raya mengalun.

Di sana, kita bisa melihat Kompol Akhmad Fani Rakhim S.Psi, S.I.K, M.Psi, Kepala Satlantas Polresta Malang Kota, bersama rekan-rekannya dan para pengendara, berkumpul di depan Gereja Kayu Tangan. Mereka menghentikan kendaraan dan bersama-sama menghormati bendera merah putih pada saat detik-detik Proklamasi kemerdekaan RI, semuanya disertai oleh lantunan lagu Indonesia Raya.

“Seperti yang diamanahkan oleh Bapak Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto SIK, MSi, kita bersama-sama memberikan penghormatan pada momen penting Proklamasi kemerdekaan RI. Ini adalah rasa syukur dan terima kasih, serta bentuk penghormatan kepada pahlawan-pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan NKRI dari penjajah,” jelas Kompol Fani setelah acara penghormatan tersebut. (17/08)

Polresta Malang Kota memilih dua persimpangan yang cukup ramai, yaitu Kawasan Kayutangan Heritage dan persimpangan Raja Bali, sebagai tempat untuk berhenti sejenak.

“Pemberhentian kendaraan dilakukan di dua tempat, yaitu di samping Patung Chairil Anwar di depan Gereja Kayu Tangan dan di persimpangan empat Raja Bali. Kedua lokasi ini banyak dilalui oleh kendaraan,” ungkap Kompol Fani.

Para pengendara terlihat antusias memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih, sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para pengendara dan masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk memberikan penghormatan ini. Semoga acara ini dapat memperkuat rasa cinta kita pada tanah air,” tutup Kompol Fani.

Pemberhentian kendaraan hanya berlangsung selama tiga menit, setelah lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan. Para pengendara kemudian diperbolehkan melanjutkan perjalanan mereka, dan kehidupan di Jalan Basuki Rahmad serta sekitarnya kembali normal seperti biasanya.***