Zona Malang – Minggu pagi ini, sebuah gempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,1 mengguncang Samudera Hindia selatan Jawa Timur. Getaran akibat gempa ini bahkan terasa hingga daerah Jember dan Malang.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, memberikan informasi mengenai kejadian ini.
Daryono menjelaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa bumi dangkal. Hal ini disebabkan oleh aktivitas pada Zona Outte-Rise.
Episenter gempa berada pada koordinat 10,63 lintang selatan dan 113,09 bujur timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 277 km arah barat daya dari Jember, Jawa Timur, pada kedalaman 10 km.
“Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas pada Zona Outte-Rise,” ungkap Daryono.
Ia juga menjelaskan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Namun, hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Saat ini, belum ada laporan kerusakan yang signifikan akibat gempa ini.
Daryono juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati. Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Selain itu, ia menyarankan agar penduduk memeriksa dan memastikan bahwa bangunan tempat tinggal mereka cukup tahan terhadap gempa, serta tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Terakhir, Daryono mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Hal ini penting untuk menjaga ketenangan dan keselamatan selama periode pasca-gempa. BMKG terus memantau situasi ini, dan hingga saat ini belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) yang terdeteksi.***







