Prabowo Subianto Rencanakan Potong Subsidi BBM untuk Mendanai Program Makan Siang Gratis

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana kontroversial untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan energi guna mendanai janji kampanyenya yang ambisius,…

Zona Malang – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana kontroversial untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan energi guna mendanai janji kampanyenya yang ambisius, yaitu program makan siang gratis senilai Rp400 triliun.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bloomberg Television pada 15 Februari 2024, Wakil Ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno, menjelaskan bahwa pemotongan subsidi ini dianggap sebagai langkah efisien untuk membiayai program makan siang gratis. Eddy menyoroti bahwa sebagian besar subsidi energi, yang mencapai Rp350 triliun, saat ini tidak tepat sasaran, dengan 80% dari anggaran tersebut mengalir ke kelompok masyarakat menengah dan atas.

Laporan Bisnis menyebutkan bahwa total anggaran untuk program makan siang gratis ini mencapai Rp400 triliun, jumlah yang bahkan lebih besar dari anggaran subsidi energi tahun 2023 yang hanya sebesar Rp347,6 triliun. Dalam konteks APBN 2024 dengan target penerimaan pajak sebesar Rp1.988 triliun, anggaran untuk program ini nyaris mencapai 25% dari total target tersebut.

Eddy optimis bahwa program makan siang gratis akan segera diimplementasikan setelah Prabowo resmi menjabat sebagai presiden pada Oktober 2024, dengan proyeksi program ini akan mulai beroperasi antara Desember 2024 hingga Januari 2025. Program ini diharapkan memberikan manfaat langsung kepada anak-anak Indonesia, didanai melalui realokasi anggaran dari berbagai pos, termasuk bantuan sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Pada sisi politik, dalam pemilu 2024, Prabowo bersama pasangannya Gibran Rakabuming Raka telah menunjukkan keunggulan signifikan dengan hampir 60% suara berdasarkan hitungan cepat. Data dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa hingga saat ini, dengan 97,9% suara terhitung, pasangan Prabowo-Gibran memimpin dengan 57,46%, sementara Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud, masing-masing mendapatkan 25,3% dan 17,23% suara.***