Viral! Arti Peringatan Darurat Tahun 1991 di Twitter, Netizen Heboh, Fakta Sebenarnya Terungkap

Malang – Baru-baru ini, sebuah foto postingan peringatan darurat yang menampilkan tayangan dari tahun 1991 mendadak viral di media sosial, khususnya di platform Twitter atau X. Foto tersebut menarik perhatian banyak netizen yang mempertanyakan keasliannya dan tujuan dari tayangan tersebut.

Foto dan video tersebut ternyata merupakan cuplikan dari sebuah himbauan yang diduga disiarkan oleh pemerintah pada tanggal 24 Oktober 1991. Tayangan ini disebut-sebut muncul akibat adanya dugaan anomali yang mengancam keselamatan manusia. Dalam video tersebut, tampak pesan darurat dengan suara khas siaran televisi analog di masa lalu, serta kode peringatan bertuliskan “IND-7-1/ANM-021.”

Dikutip dari berbagai sunber dan melalui kanal YouTube Albumfilm, video ini awalnya diperkirakan sebagai himbauan resmi yang dikeluarkan terkait dengan laporan tentang makhluk misterius yang gemar memakan kepala manusia. Masyarakat Indonesia pada waktu itu konon dihimbau untuk tetap berada di rumah demi keselamatan.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, terungkap bahwa video peringatan darurat tersebut hanyalah hoax atau rekayasa belaka. Video tersebut merupakan bagian dari genre “Analog Horor” atau sistem peringatan darurat palsu (Emergency Alert System/EAS) yang sering kali disajikan dengan gaya siaran televisi analog.

Tayangan-tayangan seperti ini memang dirancang untuk menimbulkan kesan horor dan kepanikan, namun tidak memiliki dasar fakta yang valid.

Meskipun telah dikonfirmasi sebagai hoax, video ini tetap ramai dibicarakan dan dibagikan oleh netizen di Twitter atau X, menimbulkan berbagai spekulasi dan perdebatan.

Sebelumnya, akun-akun besar dengan jumlah pengikut ratusan ribu hingga jutaan ramai-ramai mengunggah gambar peringatan darurat dengan logo garuda dan layar berwarna biru di media sosial.

Hal itu membuat berbagai tanggapan dari netizen, banyak yang penasaran apa arti dan maksud dari viralnya foto dan video peringatan darurat ini.

Fenomena viral ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik konten horor berbasis nostalgia, sekaligus pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya di media sosial.