Kabupaten Malang – Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M, memimpin High Level Meeting untuk membahas stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan barang penting di Kabupaten Malang. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (4/12) pagi di Ruang Rapat Anusapati tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi dan pengendalian inflasi yang tetap terkendali di wilayah Kabupaten Malang.
Koordinasi Kuat Antara Pemangku Kepentingan
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk anggota Forkopimda Kabupaten Malang, seperti Kapolres Malang, Dandim 0818 Malang-Batu, Kepala Kejaksaan Negeri Malang, serta Kepala Bank Indonesia Malang dan sejumlah pejabat lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kestabilan ekonomi dan ketahanan pangan menjelang dua perayaan besar akhir tahun.
Bupati Malang dalam sambutannya mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malang yang telah aktif mengawal pengendalian inflasi di tingkat daerah. Ia mengungkapkan pentingnya peran TPID dalam menyusun kebijakan yang dapat mendukung pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama pada periode-periode sensitif seperti menjelang Natal dan Tahun Baru.
“TPID Kabupaten Malang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kestabilan harga di tingkat lokal, yang tentunya juga harus berkoordinasi dengan TPID Provinsi dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat,” ujar Bupati Malang dalam pengantar rapat tersebut.
Langkah Konkret Menghadapi Lonjakan Harga
Pada kesempatan itu, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang yang juga menjabat Ketua Pelaksana Harian TPID Kabupaten Malang, melaporkan adanya peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang perlu mendapat perhatian khusus, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2025. Menurutnya, dinamika harga di pasar dapat bergejolak, sehingga diperlukan langkah-langkah proaktif untuk menjaga agar harga bahan pokok tidak melambung tinggi dan mengganggu daya beli masyarakat.
Bupati Malang menekankan beberapa langkah krusial yang harus diambil, di antaranya memperkuat koordinasi antar instansi terkait, memastikan stok bahan pokok tetap aman di setiap tingkatan distribusi, serta meningkatkan pengawasan terhadap potensi penimbunan barang yang bisa menyebabkan lonjakan harga. Ia juga mengingatkan pentingnya kelancaran distribusi barang, yang seringkali terhambat oleh masalah teknis dan logistik.
“Distribusi yang lancar sangat penting untuk menghindari lonjakan harga, terutama menjelang momen-momen besar seperti Natal dan Tahun Baru. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan dengan cara-cara yang merugikan masyarakat,” tambah Bupati Malang.
Ketahanan Pangan dan Pengawasan Harga
Bupati Malang juga mengajak semua pihak untuk lebih inovatif dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk dengan meningkatkan produksi komoditas pangan dan menghadapi tantangan perubahan iklim yang dapat mempengaruhi hasil pertanian. Ia menekankan, inflasi pangan sering menjadi pemicu utama inflasi secara keseluruhan, sehingga penting untuk memantau harga di pasar dan menghindari manipulasi harga yang dapat merugikan konsumen.
“Kita harus bekerja sama untuk memastikan harga tetap stabil, stok barang terjaga, dan daya beli masyarakat tidak terganggu. Kondusivitas di Kabupaten Malang harus tetap terjaga, tidak hanya dalam pengendalian inflasi, tetapi juga dalam menjaga ketertiban menjelang Pilkada Serentak 2024 serta perayaan Natal dan Tahun Baru,” harap Bupati.
Tren Inflasi di Kabupaten Malang: Perlu Waspada
Sementara itu, laporan terkait perkembangan harga menunjukkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang mengalami fluktuasi signifikan. Pada minggu ketiga November 2024, IPH tercatat mengalami peningkatan dari -0,23% menjadi 0,54%. Meski pada minggu keempat mengalami sedikit penurunan menjadi 0,50%, tren ini menunjukkan bahwa harga barang dan bahan pokok di Kabupaten Malang patut diwaspadai, terutama menjelang dua perayaan besar yang biasanya mempengaruhi daya beli masyarakat.
Dengan adanya rapat koordinasi tingkat tinggi ini, Bupati Malang berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi dan mengambil langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kelancaran distribusi barang, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa terhambat lonjakan harga yang tidak wajar.
Menjaga Kesejahteraan Bersama
Di akhir sambutannya, Bupati Malang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik antara instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawal stabilitas harga dan ketahanan pangan. Ia berharap, hasil dari rapat ini dapat memberikan dampak nyata dan positif bagi masyarakat Kabupaten Malang, serta menjaga kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan menjelang perayaan akhir tahun.
“Semoga semua langkah yang kita ambil hari ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Mari kita jaga bersama-sama, agar Kabupaten Malang tetap menjadi wilayah yang aman dan sejahtera,” tutup Bupati. (Saif/Zm)







