Kembali Beraksi! DPR Tekankan Pentingnya Pembatasan SIM Card untuk Perangi Judi Online

Pentingnya tindakan preventif diungkapkan oleh Frederik ketika ia mencermati fakta bahwa e-wallet yang digunakan dalam transaksi judi online banyak didaftarkan atas nama SIM card yang tidak valid. Dengan demikian, ia mengusulkan untuk membatasi jumlah SIM card yang dapat dimiliki per individu, maksimal dua untuk layanan prabayar. “Jika data SIM card dapat tertib dan sesuai dengan identitas perorangan, kita dapat meminimalisir tidak hanya judi online, tetapi juga berbagai bentuk penipuan dan pemerasan lainnya,” lanjutnya.

Frederik tidak hanya menyerukan tindakan dari pemerintah, tetapi juga menekankan perlunya kerjasama antara berbagai pihak. Dalam pandangannya, sinergi dengan provider telekomunikasi, kepolisian, dan PPATK sangat diperlukan untuk membangun basis data yang terintegrasi demi pengawasan yang lebih ketat. “Kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) harus diperkuat untuk memberikan hasil yang lebih signifikan,” ujarnya.