Zona Malang – Pemerintah Kota Malang menunjukkan keseriusannya dalam menangani masalah banjir dengan peninjauan langsung yang dilakukan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. Bersama rombongan, Iwan mengecek tiga titik rawan banjir yang selama ini menjadi perhatian utama, yaitu di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Bondowoso (Jacking), dan kawasan Suhat Lowokwaru. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan rencana penanganan banjir dapat segera terealisasi.
Dalam peninjauan yang berlangsung pada Kamis (19/12), Iwan Kurniawan didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Kota (DPUPRPKP), serta pihak akademisi dari Universitas Brawijaya Malang. Ia menjelaskan bahwa proyek penanganan irigasi di Suhat Lowokwaru, yang menggunakan anggaran APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 30 miliar, kini telah masuk tahap persiapan detail engineering design (DED) setelah mendapatkan dana pendampingan dari APBD Kota Malang sebesar Rp 1,6 miliar.
“Kami berharap proyek ini dapat dimulai pada akhir Januari 2025 setelah pemaparan yang dilakukan kepada Kementerian PUPR dan tim dari Provinsi Jawa Timur,” ujar Iwan. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur yang krusial bagi masyarakat Malang.
Lebih lanjut, penanganan banjir di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Bondowoso juga telah diusulkan ke Kementerian PUPR dengan total anggaran yang diusulkan masing-masing mencapai Rp 50 miliar dan Rp 60 miliar. Pencarian dana tersebut dilakukan dengan mengunjungi berbagai kementerian untuk memastikan dukungan keuangan dapat diperoleh melalui APBN.
“Dalam penanganan ini, penting bagi kami untuk melibatkan semua pihak terkait, termasuk PDAM, PLN, dan DLH. Tanpa kolaborasi, pekerjaan ini bisa terhambat,” kata Iwan menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor.
Kepala DPUPRPKP, Dandung Djulharijanto, menambahkan bahwa penanganan banjir di kawasan Klojen meliputi dua titik utama dan satu titik di Suhat Lowokwaru. Ia menegaskan bahwa panjang pekerjaan di Suhat Lowokwaru dan Jalan Jaksa Agung Suprapto mencapai 1,3 kilometer, sedangkan di Jalan Bondowoso akan mencakup sekitar 500 hingga 700 meter dari total panjang yang direncanakan.
“Tak hanya untuk mengatasi genangan air, proyek ini juga akan mengalirkan drainase ke Sungai Brantas dan Sungai Metro guna mencegah banjir di kawasan sekitar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Dandung.
Dengan upaya yang sistematis dan melibatkan banyak pihak, diharapkan penanganan banjir di Kota Malang dapat berjalan efektif, memberikan solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan infrastruktur yang ada.
Dilansir: Suaradata







