Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa hingga awal Januari 2025, sekitar 79 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Hal ini menandakan perubahan signifikan dalam pola cuaca di tanah air, di mana sebagian besar daerah kini menikmati curah hujan yang melimpah.
Dalam keterangan resminya pada Sabtu (4/1/2025), BMKG menyatakan bahwa tidak ada daerah yang mengalami kekeringan lebih dari dua bulan.
Wilayah yang sudah merasakan musim hujan meliputi sebagian besar provinsi di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan, serta daerah di Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Selain itu, wilayah Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian besar Sulawesi juga telah memasuki fase hujan. Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan air hujan dengan bijak.
Namun, BMKG juga mencatat bahwa ada beberapa daerah yang masih mengalami kekurangan hujan, seperti Sigi di Sulawesi Tengah, yang telah mengalami kondisi kering selama 20 hari hingga akhir Desember.
Dalam menghadapi musim hujan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar agar dapat menampung dan mengalirkan air hujan dengan baik.
“Dengan menjaga lingkungan, kita dapat bersama-sama mengatasi dampak kekeringan dan memaksimalkan manfaat dari musim hujan,” tambah BMKG.
Peringatan ini penting untuk mengurangi risiko banjir dan memastikan bahwa air hujan dapat dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan proaktif dalam menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar.







