Menyambut Langkah Proaktif BPBD Kota Malang: Pemindahan Alat Peringatan Dini untuk Mitigasi Banjir

Prayitno menambahkan bahwa pemindahan ini juga sebagai upaya untuk mengoptimalkan fungsi alat yang ada, mengingat anggaran untuk pengadaan EWS baru di tahun 2025 belum tersedia. “Meskipun demikian, jika keadaan mendesak, kami akan mengajukan permohonan anggaran tambahan,” terangnya.

Soal harga, EWS memiliki variasi yang signifikan, mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp150 juta, tergantung pada fitur yang dimiliki.

“Kami berharap pengajuan kami dapat diterima, sehingga kami bisa membeli alat dengan sensitivitas tinggi. Dengan begitu, warga dapat memiliki waktu evakuasi sekitar 10 menit sebelum banjir terjadi,” tambah Prayitno dengan harapan untuk meningkatkan kapasitas mitigasi bencana di Kota Malang.

Langkah ini bukan hanya sebuah tindakan, tetapi sebuah komitmen untuk melindungi masyarakat Kota Malang dari potensi bencana yang kerap mengancam, dengan harapan keselamatan menjadi prioritas utama di setiap langkah yang diambil.