Pendekar Trenggalek Bersatu Ciptakan Keamanan Masyarakat

MALANG – Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya, termasuk dengan memperhatikan eksistensi perguruan pencak silat. Hal ini dilakukan mengingat dinamika Kamtibmas yang terus berkembang dan potensi gesekan antar perguruan pencak silat yang sering terjadi di beberapa daerah.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., menggelar silaturahmi dan diskusi bersama jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta perwakilan perguruan pencak silat se-Kabupaten Trenggalek. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan Kamtibmas tetap kondusif dan mencegah terjadinya gesekan antar perguruan pencak silat.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ridwan menegaskan bahwa pencak silat merupakan salah satu budaya Indonesia yang merefleksikan nilai-nilai luhur bangsa. Namun, dewasa ini sering terjadi gesekan antar perguruan pencak silat di beberapa daerah, yang disebabkan oleh perbedaan maupun fanatisme yang berlebihan. Hal ini tentu saja berdampak pada aspek keamanan, menimbulkan keresahan masyarakat, dan bahkan melibatkan hukum, yang merugikan diri sendiri, keluarga, serta nama baik perguruan itu sendiri.

“Kami dari Polres Trenggalek akan selalu mendukung setiap kegiatan positif dan membangun, tetapi kami juga akan bertindak tegas terhadap pelanggaran hukum demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama,” tegas AKBP Ridwan.

Pihaknya mengingatkan dan mengimbau kepada para tokoh perguruan pencak silat untuk terus melakukan pembinaan mental yang baik kepada anggota masing-masing, menanamkan nilai-nilai toleransi dan empati, serta menjunjung tinggi persatuan. AKBP Ridwan berharap tidak ada lagi gesekan atau konflik antar perguruan pencak silat di Trenggalek, agar wilayah tersebut tetap damai, aman, dan penuh semangat perdamaian.

Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki, S.H., M.Si., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Polres Trenggalek atas kepedulian dan perhatian terhadap dunia pencak silat di Trenggalek. Saat ini, IPSI Kabupaten Trenggalek membawahi 10 perguruan pencak silat dan telah sepakat untuk berjuang dalam tiga hal utama, yaitu menjadi pelopor guyub rukun dan kerukunan antar perguruan, menjadi wadah berprestasi di bidang olahraga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin pencak silat menjadi sumber kebaikan, bukan hanya sebagai budaya, tetapi juga sebagai olahraga yang membentuk karakter. Kami juga terus berkomitmen untuk menyamakan langkah, khususnya dalam mendukung Polres Trenggalek dalam menjaga situasi Kamtibmas,” ujar Sigid.

Dalam acara ini, turut hadir Ketua dan sejumlah pengurus perguruan pencak silat, di antaranya PSHT, IKSPI Kera Sakti, PSNU Pagar Nusa, Perisai Diri, Persinas Asad, Tapak Suci, Porsigal, Sinar Putih Suci, dan PSHW.

Kepolisian Resor Trenggalek berkomitmen untuk terus mendukung setiap kegiatan positif dan membangun yang dilakukan oleh perguruan pencak silat di wilayahnya. Namun, pihak kepolisian juga akan bertindak tegas terhadap pelanggaran hukum demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama. Diharapkan, kerja sama yang baik antara Polres Trenggalek dan para tokoh perguruan pencak silat dapat mewujudkan Trenggalek sebagai wilayah yang damai, aman, dan penuh semangat perdamaian.