Anjing Pelacak Dikerahkan untuk Bantu Pencarian Korban Longsor di Trenggalek

MALANG – Upaya pencarian dan evakuasi korban tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek terus dilakukan oleh tim gabungan. Namun, akses jalan yang sulit menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas.

Tim gabungan yang terdiri dari jajaran TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan berupaya membuka jalur menggunakan alat berat. Sedikitnya terdapat delapan titik longsor yang menutup akses jalan, dan sebagian besar sudah berhasil dibuka.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan evakuasi sementara waktu dihentikan karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. “Kegiatan akan dilanjutkan besok pagi. Mekanisme evakuasi korban diputuskan dengan cara jalan kaki melalui jalur depan Balai Desa Depok karena untuk alat berat tidak bisa menjangkau lokasi,” ujarnya.

Untuk memperlancar kegiatan, malam ini semua kebutuhan dipersiapkan dengan baik, termasuk perkuatan personel, peralatan, dan penyiapan ekskavator untuk pembukaan tanah longsor di Dusun Kebon Agung, Desa Depok.

Tidak hanya itu, sejumlah pengungsi yang saat ini berada di posko Peseban Taman Kanjeng Desa Depok juga akan dipastikan terpenuhi semua kebutuhannya. “Dalam rangka membantu proses pencarian dan evakuasi, kita datangkan dua unit anjing pelacak dari Surabaya,” tambah Kapolres.

Unit K9 dijadwalkan akan datang malam ini dan besok pagi sudah bisa diturunkan ke lokasi untuk membantu pencarian korban. Agar lebih efektif, tim akan dibagi menjadi dua. Tim pertama dari bawah, bertugas membuka jalur menggunakan alat berat, dan tim kedua fokus pada pencarian korban dan menyisir lokasi.

“Mohon bantuan doa, semoga para korban bisa segera ditemukan,” pungkas Kapolres Trenggalek.

Sebelumnya, tanah longsor terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek pada Selasa (20/5) pagi. Berdasarkan informasi awal, sedikitnya tiga orang dilaporkan hilang dan belum ditemukan.

Bencana alam ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Selain itu, kondisi tanah yang labil dan lereng yang curam juga menjadi faktor penyebab terjadinya longsor.

Meskipun upaya pencarian dan evakuasi terus dilakukan, namun kendala akses jalan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Mereka berharap dapat segera menemukan korban yang masih hilang dan memulihkan kondisi daerah tersebut.

Pihak terkait juga telah melakukan evakuasi dan penanganan darurat bagi warga yang terdampak. Semoga bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa lebih banyak lagi dan proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar.