MALANG – Upaya pencarian dan evakuasi korban bencana alam tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek terus dilakukan oleh petugas gabungan. Hingga saat ini, dua korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Tanah Longsor Tewaskan Dua Orang di Trenggalek
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. menjelaskan, proses pencarian korban hari ini dibantu dengan sejumlah alat berat yang sudah bisa masuk ke lokasi longsor utama, di mana korban diperkirakan berada. “Korban pertama ditemukan pada pukul 15.00 WIB dan untuk korban kedua ditemukan pada pukul 16.01 WIB,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Ridwan menyampaikan bahwa untuk memastikan identitas dari kedua korban, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari tim Inafis yang saat ini sudah berada di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. “Dari kondisi fisik, korban masih bisa dikenali dan tidak diperlukan tes DNA. Disamping itu, data ante mortem yang diperoleh dari keterangan atau kesaksian keluarga korban juga digunakan sebagai pembanding untuk mengetahui identitas korban,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy mengatakan, lokasi penemuan jenazah dua korban sesuai dengan prediksi yang dideteksi oleh anjing pelacak baik dari unit K9 Polisi Satwa Polda Jatim maupun Sar Dog dari Malang. “Posisi korban ditemukan saling berdekatan,” ujarnya.
Untuk selanjutnya, korban dari lokasi kejadian akan dibawa ke posko DVI yang ada di posko gabungan, untuk kemudian diserahterimakan dari Basarnas kepada IC Commander, yakni Kapolres Trenggalek. “Kami juga menunggu hasil identifikasi resmi dari Inafis yang sudah berada di RSUD,” tambah Didit.
Bencana Alam Tanah Longsor di Trenggalek
Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah menewaskan dua orang. Petugas gabungan yang terdiri dari Polres Trenggalek, Basarnas, dan SAR terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban.
Hingga saat ini, dua korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Kedua jenazah tersebut langsung dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk diidentifikasi. Proses identifikasi dilakukan oleh tim Inafis untuk memastikan identitas korban.
AKBP Ridwan Maliki menyampaikan bahwa kondisi fisik korban masih bisa dikenali, sehingga tidak diperlukan tes DNA. Pihaknya juga menggunakan data ante mortem yang diperoleh dari keterangan atau kesaksian keluarga korban sebagai pembanding untuk mengetahui identitas korban.
Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, menjelaskan bahwa lokasi penemuan jenazah dua korban sesuai dengan prediksi yang dideteksi oleh anjing pelacak baik dari unit K9 Polisi Satwa Polda Jatim maupun Sar Dog dari Malang. Posisi korban ditemukan saling berdekatan.
Selanjutnya, korban dari lokasi kejadian akan dibawa ke posko DVI yang ada di posko gabungan, untuk kemudian diserahterimakan dari Basarnas kepada IC Commander, yakni Kapolres Trenggalek. Pihak terkait juga masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim Inafis yang sudah berada di RSUD.
Bencana Alam Tanah Longsor di Trenggalek Tewaskan Dua Orang
Upaya pencarian dan evakuasi korban bencana alam tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek terus dilakukan oleh petugas gabungan. Hingga saat ini, dua korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. menjelaskan bahwa proses pencarian korban hari ini dibantu dengan sejumlah alat berat yang sudah bisa masuk ke lokasi longsor utama, di mana korban diperkirakan berada. Korban pertama ditemukan pada pukul 15.00 WIB dan korban kedua ditemukan pada pukul 16.01 WIB.
Untuk memastikan identitas dari kedua korban, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari tim Inafis yang saat ini sudah berada di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Meskipun kondisi fisik korban masih bisa dikenali, pihak kepolisian tetap menggunakan data ante mortem yang diperoleh dari keterangan atau kesaksian keluarga korban sebagai pembanding untuk mengetahui identitas korban.
Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan bahwa lokasi penemuan jenazah dua korban sesuai dengan prediksi yang dideteksi oleh anjing pelacak baik dari unit K9 Polisi Satwa Polda Jatim maupun Sar Dog dari Malang. Posisi korban ditemukan saling berdekatan.
Selanjutnya, korban dari lokasi kejadian akan dibawa ke posko DVI yang ada di posko gabungan, untuk kemudian diserahterimakan dari Basarnas kepada IC Commander, yakni Kapolres Trenggalek. Pihak terkait juga masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim Inafis yang sudah berada di RSUD.
Bencana Alam Tanah Longsor di Trenggalek: Dua Korban Tewas, Pencarian Terus Dilakukan
Petugas gabungan yang terdiri dari Polres Trenggalek, Basarnas, dan SAR terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Hingga saat ini, dua korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. menjelaskan bahwa proses pencarian korban hari ini dibantu dengan sejumlah alat berat yang sudah bisa masuk ke lokasi longsor utama, di mana korban diperkirakan berada. Korban pertama ditemukan pada pukul 15.00 WIB dan korban kedua ditemukan pada pukul 16.01 WIB.
Untuk memastikan identitas dari kedua korban, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari tim Inafis yang saat ini sudah berada di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Meskipun kondisi fisik korban masih bisa dikenali, pihak kepolisian tetap menggunakan data ante mortem yang diperoleh dari keterangan atau kesaksian keluarga korban sebagai pembanding untuk mengetahui identitas korban.
Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan bahwa lokasi penemuan jenazah dua korban sesuai dengan prediksi yang dideteksi oleh anjing pelacak baik dari unit K9 Polisi Satwa Polda Jatim maupun Sar Dog dari Malang. Posisi korban ditemukan saling berdekatan.
Selanjutnya, korban dari lokasi kejadian akan dibawa ke posko DVI yang ada di posko gabungan, untuk kemudian diserahterimakan dari Basarnas kepada IC Commander, yakni Kapolres Trenggalek. Pihak terkait juga masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim Inafis yang sudah berada di RSUD.
Bencana Alam Tanah Longsor di Trenggalek: Dua Korban Tewas, Petugas Gabungan Terus Berupaya Mencari Korban Lainnya
Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah menewaskan dua orang. Petugas gabungan yang terdiri dari Polres Trenggalek, Basarnas, dan SAR terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. menjelaskan bahwa proses pencarian korban hari ini dibantu dengan sejumlah alat berat yang sudah bisa masuk ke lokasi longsor utama, di mana korban diperkirakan berada. Korban pertama ditemukan pada pukul 15.00 WIB dan korban kedua ditemukan pada pukul 16.01 WIB.
Untuk memastikan identitas dari kedua korban, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari tim Inafis yang saat ini sudah berada di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Meskipun kondisi fisik korban masih bisa dikenali, pihak kepolisian tetap menggunakan data ante mortem yang diperoleh dari keterangan atau kesaksian keluarga korban sebagai pembanding untuk mengetahui identitas korban.
Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan bahwa lokasi penemuan jenazah dua korban sesuai dengan prediksi yang dideteksi oleh anjing pelacak baik dari unit K9 Polisi Satwa Polda Jatim maupun Sar Dog dari Malang. Posisi korban ditemukan saling berdekatan.
Selanjutnya, korban dari lokasi kejadian akan dibawa ke posko DVI yang ada di posko gabungan, untuk kemudian diserahterimakan dari Basarnas kepada IC Commander, yakni Kapolres Trenggalek. Pihak terkait juga masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim Inafis yang sudah berada di RSUD.
Bencana Alam Tanah Longsor di Trenggalek: Dua Korban Tewas, Petugas Gabungan Lakukan Evakuasi dan Identifikasi
Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah menewaskan dua orang. Petugas gabungan yang terdiri dari Polres Trenggalek, Basarnas, dan SAR terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. menjelaskan bahwa proses pencarian korban hari ini dibantu dengan sejumlah alat berat yang sudah bisa masuk ke lokasi longsor utama, di mana korban diperkirakan berada. Korban pertama ditemukan pada pukul 15.00 WIB dan korban kedua ditemukan pada pukul 16.01 WIB.
Untuk memastikan identitas dari kedua korban, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari tim Inafis yang saat ini sudah berada di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Meskipun kondisi fisik korban masih bisa dikenali, pihak kepolisian tetap menggunakan data ante mortem yang diperoleh dari keterangan atau kesaksian keluarga korban sebagai pembanding untuk mengetahui identitas korban.
Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan bahwa lokasi penemuan jenazah dua korban sesuai dengan prediksi yang dideteksi oleh anjing pelacak baik dari unit K9 Polisi Satwa Polda Jatim maupun Sar Dog dari Malang. Posisi korban ditemukan saling berdekatan.
Selanjutnya, korban dari lokasi kejadian akan dibawa ke posko DVI yang ada di posko gabungan, untuk kemudian diserahterimakan dari Basarnas kepada IC Commander, yakni Kapolres Trenggalek. Pihak terkait juga masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim Inafis yang sudah berada di RSUD.
Bencana Alam Tanah Longsor di Trenggalek: Dua Korban Tewas, Petugas Gabungan Terus Berupaya Mencari Korban Lainnya
Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah menewaskan dua orang. Petugas gabungan yang terdiri dari Polres Trenggalek, Basarnas, dan SAR terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. menjelaskan bahwa proses pencarian korban hari ini dibantu dengan sejumlah alat berat yang sudah bisa masuk ke lokasi longsor utama, di mana korban diperkirakan berada. Korban pertama ditemukan pada pukul 15.00 WIB dan korban kedua ditemukan pada pukul 16.01 WIB.
Untuk memastikan identitas dari kedua korban, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari tim Inafis yang saat ini sudah berada di RSUD







