Harga BBM Pertamina Turun, Ini Daftar Lengkapnya

MALANG – Pertamina telah melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Pulau Jawa, termasuk di Jakarta. Perubahan harga ini berlaku mulai Minggu, 25 Mei 2025.

Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, penyesuaian harga BBM ini dilakukan berdasarkan Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual eceran jenis Bahan Bakar Minyak Umum, seperti jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui SPBU.

“Penyesuaian harga ini menjadi bentuk komitmen Pertamina dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya,” ujar Direktur Pemasaran Pertamina, Andi Nurhalim.

Adapun daftar harga BBM Pertamina di wilayah Jakarta per Minggu, 25 Mei 2025 adalah sebagai berikut: Pertalite Rp10.000, Bio-solar Rp6.800, Pertamax Rp12.400, Pertamax Turbo Rp13.300, Pertamax Green 95 Rp13.150, Dexlite Rp13.350, dan Pertamina Dex Rp13.750.

Selain di Jakarta, penyesuaian harga BBM Pertamina juga berlaku di beberapa wilayah lain di Pulau Jawa. Di Provinsi Banten, harga BBM mengikuti harga yang berlaku di Jakarta. Begitu pula di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“Kami berharap dengan adanya penyesuaian harga ini, masyarakat dapat lebih terjangkau dalam memenuhi kebutuhan BBM mereka sehari-hari,” tambah Andi.

Penyesuaian harga BBM Pertamina ini merupakan upaya perusahaan untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pertamina berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga BBM di tengah fluktuasi harga minyak mentah di pasar global.

Menurut pengamat energi, Suharto, penyesuaian harga BBM Pertamina ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Ia menilai langkah Pertamina ini positif dan dapat membantu meringankan beban konsumen.

“Masyarakat tentu akan sangat terbantu dengan adanya penurunan harga BBM ini. Ini juga menunjukkan komitmen Pertamina untuk terus menjaga stabilitas harga BBM di tengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif,” ujar Suharto.

Selain itu, Suharto juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mengawasi dan memastikan transparansi dalam penetapan harga BBM. Ia berharap pemerintah dapat terus memantau dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan masyarakat.