MALANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyaksikan penandatanganan sejumlah kerja sama antara kedua negara di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/5/2025). Salah satu dokumen yang ditandatangani adalah di bidang kerja sama pertahanan.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa Prancis merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) pertahanan. Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Sebastien Lecornu menandatangani letter of intent (LoI) terkait alutsista.
Melalui akun media sosialnya, Lecornu mengumumkan keinginan Indonesia untuk menambah pemesanan pesawat tempur Rafale. “Indonesia tegaskan keyakinannya pada keunggulan industri pertahanan Prancis!” ujarnya dikutip di Jakarta, Jumat (30/5/2025).
Lecornu juga menulis, “Pada kesempatan kunjungan kenegaraan @EmmanuelMacron, kami menandatangani dengan rekan saya sebuah surat pernyataan niat terkait akuisisi di masa mendatang: -Rafale tambahan di @DassaultOnAir, -fregat ringan tambahan dan kapal selam Scorpène ke @navalgroup, -senjata CAESAR tambahan dan amunisinya ke @KNDSPrancis.”
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis itu mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia yang mempercayakan pembelian sejumlah alutsista kepada perusahaan Prancis. “Terima kasih kepada mitra Indonesia kami atas kepercayaan ini. Hal ini menunjukkan keunggulan peralatan Prancis dan keinginan kami untuk menjalin kemitraan jangka panjang, yang menguntungkan industri pertahanan lokal,” kata Lecornu.
Sebelumnya, Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 42 unit jet Rafale dari Dassault Aviation pada Februari 2022. Berdasarkan laporan La Tribune pada Selasa (27/5/2025), Indonesia kemungkinan akan menambah pembelian jet tempur generasi 4,5 tersebut sekitar selusin unit. Jumlah tambahan pemesanan bisa berkisar antara 8 hingga 16 unit, tergantung pada sumber keuangan Jakarta.
“Negara-negara ASEAN memercayai Prancis, terutama karena kami menyediakan kedaulatan dan kemerdekaan yang mereka cari,” begitu keterangan Élysée, Istana Kepresidenan Prancis. Dalam konteks ini, Indonesia melalui Kementerian Pertahanan sebenarnya sudah menandatangani pesanan untuk 42 jet tempur Rafale untuk TNI AU pada Februari 2022.
Pembelian jet tempur Rafale oleh Indonesia dibagi menjadi tiga tahap, yaitu enam unit plus 18 unit plus 18 unit. Kontrak tersebut mulai berlaku secara bertahap per Februari 2022, Agustus 2023, dan Januari 2024. Sesuai rencana, pesawat pertama akan dikirimkan ke Indonesia pada awal 2026.
Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis ini diharapkan dapat memperkuat posisi strategis kedua negara di kawasan Asia Tenggara. Selain pembelian jet tempur Rafale, Indonesia juga berencana untuk menambah pemesanan fregat ringan, kapal selam Scorpène, serta senjata CAESAR dan amunisinya dari perusahaan-perusahaan Prancis.
Langkah Indonesia dalam memperkuat kerja sama pertahanan dengan Prancis ini juga dilihat sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan, mengingat dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Kedua negara berharap kemitraan ini dapat memberikan manfaat bagi industri pertahanan lokal dan memperkuat posisi mereka di percaturan global.







