MIRIS! Tenda Haji Over Kapasitas, Islah Bahrawi Sentil Pengawas: Pada Ke Mana?

MALANG – Pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, kritikan pedas datang dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Islah Bahrawi, yang menyoroti kondisi pelayanan jemaah haji, khususnya terkait penempatan di tenda-tenda Mina. Melalui serangkaian cuitan di akun media sosial X pribadinya, Islah mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi yang dinilainya jauh dari kata layak dan bahkan melanggar batas kemanusiaan. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan di kalangan warganet, banyak yang menyuarakan dukungan terhadap kritikan Islah Bahrawi, sementara yang lain mencoba memberikan pembelaan terhadap penyelenggaraan haji tahun ini.

Tenda Jemaah Haji Over Kapasitas, Islah Bahrawi Angkat Bicara

Salah satu poin utama yang disoroti Islah Bahrawi adalah masalah kelebihan kapasitas di tenda-tenda Mina. Ia mengungkapkan bahwa tenda yang seharusnya hanya menampung 330 jemaah, justru diisi oleh hampir dua kali lipat jumlah tersebut. “Tenda yg seharusnya berkapasitas 330 orang, musim haji tahun ini diisi 600 orang,” tulis Islah dalam cuitannya, Kamis (5/6/2025). Kondisi ini tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan yang luar biasa bagi para jemaah haji, terutama mengingat cuaca panas di Arab Saudi. Ruang gerak yang terbatas, kurangnya ventilasi, dan potensi penyebaran penyakit menjadi ancaman nyata bagi kesehatan dan keselamatan para jemaah.

Jemaah Haji Terlantar Tanpa Tenda, Pengawasan Dipertanyakan

Tidak hanya soal kelebihan kapasitas, Islah Bahrawi juga menyoroti adanya jemaah haji yang terlantar karena tidak mendapatkan tenda sama sekali. “Ada juga jama’ah yg terlantar karena tidak ada tendanya,” ungkapnya dengan nada prihatin. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat para jemaah haji telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk dapat menunaikan ibadah di Tanah Suci. Terlantar tanpa tempat bernaung di tengah cuaca ekstrem tentu dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka. Islah Bahrawi pun mempertanyakan peran pengawas haji dalam mengatasi masalah ini. “Sangat tidak manusiawi! Kemana pengawas haji?,” tanyanya dengan nada geram.

Sindiran Pedas untuk Politisi Senayan

Islah Bahrawi juga melayangkan sindiran pedas kepada para politisi Senayan yang sebelumnya gencar menyuarakan kepedulian terhadap pengelolaan haji. “Mana para politisi Senayan yg tahun kemarin koar2 ngaku paling peduli soal pengelolaan haji?,” tulisnya. Ia mempertanyakan keberadaan dan kontribusi para politisi tersebut dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi jemaah haji tahun ini. Sindiran ini menunjukkan kekecewaan Islah Bahrawi terhadap kurangnya tindakan nyata dari para pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji. Publik pun menanti respons dari para politisi terkait sindiran pedas ini.

Kritikan yang dilontarkan Islah Bahrawi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk perbaikan sistem pengelolaan haji di masa mendatang. Pemerintah dan pihak-pihak terkait diharapkan dapat lebih serius dalam memperhatikan kesejahteraan dan kenyamanan para jemaah haji. Kelebihan kapasitas tenda, jemaah terlantar, dan masalah-masalah lainnya harus segera diatasi agar para jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenang. Pengawasan yang ketat dan transparan juga diperlukan untuk memastikan bahwa anggaran haji digunakan secara efektif dan efisien demi kepentingan para jemaah.