MALANG – Gema takbir berkumandang di seluruh penjuru Trenggalek, Kamis (5/6) malam, menandai datangnya Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025. Suasana khidmat terasa saat Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memukul beduk di Masjid Agung Baiturrahman, Trenggalek. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat menyambut hari besar umat Islam.
Forkopimda Trenggalek Bersatu dalam Gema Takbir Idul Adha
Acara penabuhan beduk ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Kabupaten Trenggalek. Bupati Trenggalek, H. Moch. Nur Arifin, Pgs. Dandim 0806 Letkol Inf. Edy Sunarko, Wakil Ketua DPRD Subadianto, Ketua MUI KH. Imam Syafi’I, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), alim ulama, serta jamaah Masjid Agung Baiturrahman turut serta memeriahkan malam takbir. Kehadiran para pemimpin daerah ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga kekompakan dan keharmonisan di Kabupaten Trenggalek. Momen ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Makna Idul Adha: Meningkatkan Keimanan dan Semangat Berbagi
Dalam keterangannya, AKBP Ridwan Maliki menyampaikan bahwa peringatan Hari Raya Idul Adha merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Lebih dari itu, Idul Adha juga menjadi pengingat untuk meneguhkan kembali semangat berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban. “Semangatnya adalah menanamkan rasa ikhlas dalam berbagi. Bahwa sebagian rezeki kita ada hak orang lain,” ujar AKBP Ridwan. Pesan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta keadilan dan kesejahteraan sosial di Kabupaten Trenggalek.
Pengamanan Malam Takbir: Polres Trenggalek Siagakan Ratusan Personel
Menjelang perayaan Idul Adha, Polres Trenggalek tidak main-main dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. AKBP Ridwan Maliki menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan sedikitnya 238 personel untuk mengamankan malam takbir. Pengamanan ini dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran. “Kita laksanakan apel siaga serentak pukul 18.00 WIB tadi. Dilanjutkan patroli dan pengamanan di masing-masing wilayah,” jelasnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan malam takbir dengan aman dan nyaman, tanpa gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Strategi Pengamanan: Fokus pada Titik Rawan dan Tim Reaksi Cepat
Untuk pengamanan di pusat kota Trenggalek, Polres Trenggalek tidak hanya menempatkan personel di titik-titik rawan kepadatan arus lalu lintas dan potensi kriminalitas. Pihaknya juga menyiagakan kompi kerangka yang siap digerakkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Selain itu, tim patroli mobiling dari Satlantas dan Samapta serta personel pengamanan tertutup dari Satintelkam, Satreskrim, dan Satresnarkoba juga turut dikerahkan. Kombinasi strategi pengamanan ini diharapkan dapat memberikan respons cepat dan efektif terhadap segala potensi gangguan keamanan.
Komitmen Polres Trenggalek: Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif
Dengan segala upaya yang telah dilakukan, AKBP Ridwan Maliki menegaskan komitmen Polres Trenggalek untuk mengoptimalkan semua sumber daya yang ada. Tujuannya adalah untuk memastikan situasi menjelang Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Trenggalek tetap aman dan kondusif. “Kita optimalkan semua sumberdaya dan memastikan situasi menjelang hari raya Idul Adha di Kabupaten Trenggalek aman dan kondusif,” pungkasnya. Harapannya, masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan penuh suka cita dan kebahagiaan, serta semakin mempererat tali persaudaraan antar sesama.







