MALANG – Kebakaran hebat melanda dua toko di Blok A Pasar Anyar, Kebon Kembang, Kota Bogor pada Jumat petang, 6 Juni 2025. Insiden ini tidak hanya menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, tetapi juga menyebabkan kemacetan parah di sekitar area pasar. Warga panik berhamburan menyelamatkan diri dan barang dagangan mereka, sementara petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang berkobar dengan cepat. Kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area padat seperti pasar.
Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Pasar Anyar Bogor, Kerugian Ratusan Juta Rupiah!
Penyebab kebakaran Blok A Pasar Anyar Bogor ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik di salah satu toko. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Bogor, Ade Nugraha, mengungkapkan bahwa dugaan sementara mengarah pada gangguan arus pendek listrik sebagai pemicu utama. “Sejauh ini tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara, kebakaran dipicu gangguan arus pendek listrik,” ujar Ade saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi kejadian. Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan di tengah kepanikan dan kerugian yang dialami para pedagang dan pemilik toko. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Menurut penuturan beberapa saksi mata di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat muncul dari sebuah toko elektronik yang berada di area Blok A. Dalam hitungan menit, kobaran api dengan cepat menjalar ke toko-toko lain yang berada di sampingnya, memperparah situasi dan memicu kepanikan yang lebih besar. “Berdasarkan keterangan yang kami kumpulkan di lokasi, api terlihat menyala dari toko elektronik dan langsung menyebar ke toko sebelahnya,” terang Ade, menambahkan bahwa kecepatan penyebaran api menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam kebakaran. Situasi ini menyoroti pentingnya sistem keamanan kebakaran yang memadai di area pasar, termasuk instalasi listrik yang terawat dengan baik dan alat pemadam api ringan (APAR) yang mudah diakses.
8 Unit Mobil Damkar Dikerahkan, Api Berhasil Dipadamkan Setelah 40 Menit Berjuang
Proses pemadaman api melibatkan tim pemadam kebakaran yang bekerja keras selama kurang lebih 40 menit untuk mengendalikan kobaran api yang membesar. Sebanyak tujuh unit mobil Damkar dari Kota Bogor dan satu unit tambahan dari Kabupaten Bogor turut dikerahkan untuk menanggulangi insiden kebakaran Pasar Anyar Bogor tersebut. Kehadiran unit pemadam kebakaran dari wilayah tetangga menunjukkan solidaritas dan upaya bersama dalam mengatasi musibah ini. “Saat ini api sudah benar-benar padam dan situasi kembali aman,” kata Ade menambahkan, memberikan konfirmasi bahwa api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada lagi potensi penyebaran api ke area lain. Meskipun api sudah padam, petugas tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai angka yang fantastis, yaitu sekitar Rp 400 juta. Kerugian ini meliputi kerusakan bangunan toko, barang dagangan yang terbakar, dan potensi kehilangan pendapatan akibat terganggunya aktivitas perdagangan. Dampak ekonomi dari kebakaran ini akan dirasakan oleh para pedagang dan pemilik toko yang terdampak, serta masyarakat sekitar yang bergantung pada aktivitas pasar. Pemerintah Kota Bogor diharapkan dapat memberikan bantuan dan dukungan kepada para pedagang dan pemilik toko yang terdampak, agar mereka dapat segera bangkit kembali dan melanjutkan aktivitas usaha mereka.
Warga Panik Selamatkan Diri dan Dagangan, Kemacetan Parah Landa Area Pasar
Banyak warga dan pedagang yang mengaku syok dan panik saat melihat kobaran api yang membesar. Mereka bergegas mengamankan barang dagangan mereka, berusaha menyelamatkan apa pun yang bisa diselamatkan dari amukan si jago merah. Suasana panik dan hiruk pikuk mewarnai area pasar saat warga berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang mereka. Kemacetan lalu lintas sempat tidak terhindarkan akibat banyaknya warga yang menyaksikan kejadian secara langsung dan aktivitas evakuasi barang-barang dari toko-toko sekitar. Situasi ini memperparah kondisi dan menghambat upaya petugas pemadam kebakaran untuk mencapai lokasi kejadian dengan cepat. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, serta pentingnya memiliki rencana evakuasi yang jelas dan terkoordinasi.







