Wamenag di UIN Ar-Raniry: PTKIN Bukan Menara Gading, Tapi Benteng Intelektual Lawan Radikalisme

Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafii, menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus mengambil peran sentral sebagai benteng intelektual untuk menumbuhkan Islam moderat dan memperkuat ketahanan ideologi bangsa. Menurutnya, PTKIN bukanlah “menara gading”, melainkan pilar penting dalam mewujudkan visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Pesan kuat ini disampaikannya dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, pada Jumat (26/9), yang bertepatan dengan perayaan milad ke-62 kampus tersebut.

Romo Syafi’i menjelaskan bahwa tantangan ketahanan nasional di era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer, melainkan juga oleh kekuatan intelektual dan teknologi. “Perang masa kini tidak lagi sekadar mengandalkan alutsista. Tantangannya justru datang dari teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, satelit, dan drone. Karena itu, PTKIN harus mengambil peran aktif dalam menyiapkan generasi yang tangguh,” tegasnya.

Ia juga menyoroti besarnya komitmen Presiden Prabowo terhadap dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan melalui berbagai program prioritas serta alokasi anggaran pendidikan di APBN 2025 yang disebutnya sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag turut mengapresiasi berbagai capaian PTKIN secara nasional. Hingga kini, 27 PTKIN telah meraih akreditasi Unggul dan lima dosennya berhasil masuk dalam daftar Top 2% Scientist Worldwide versi Stanford University, di mana dua di antaranya berasal dari UIN Ar-Raniry.

Menanggapi arahan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, menyatakan bahwa pihaknya terus berbenah menuju World Class University. Rencana strategis ke depan antara lain adalah pembukaan Fakultas Kedokteran serta pembangunan Laboratorium Halal, Sains, dan Teknologi melalui skema pendanaan SBSN 2026.

Arahan dari Wamenag ini menjadi sebuah hal penting yang menandakan pergeseran strategis dalam peran perguruan tinggi keagamaan. Bagi Anda, baik sebagai sivitas akademika maupun masyarakat umum, ini adalah sinyal bahwa PTKIN kini dituntut untuk tidak hanya menjadi pusat studi keagamaan, tetapi juga menjadi inkubator bagi lahirnya para intelektual yang mampu menjawab tantangan ideologi dan teknologi modern. Lulusan PTKIN diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan sekaligus memiliki daya saing global.