SURABAYA, Zona Malang – Kamis (16/10/2025). Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Akademi Buah Nusantara (ABN) yang mendorong pengembangan potensi buah-buahan Indonesia agar kompetitif di pasar nasional dan global. Pujian itu disampaikan saat menerima rombongan ABN yang dipimpin Prof. Dr. Reza dan Ustaz Yusron Aminulloh di kantor DPRD Jatim.
Dalam pertemuan tersebut, ABN memaparkan gagasan penguatan sektor hortikultura melalui pendidikan vokasi jenjang D3 berbasis Outcome Based Education. Puguh menilai pendekatan ini relevan dengan kebutuhan industri yang menuntut lulusan siap kerja, terampil mengelola budidaya, pascapanen, hingga pemasaran modern.
Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 1.400 jenis buah dari Aceh sampai Papua, namun sebagian besar belum terkonversi menjadi keunggulan ekonomi yang berkelanjutan.
“Sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras para penggagas ABN. Semoga semangat ini menjadi tindakan gayung bersambut untuk menjadikan Jatim sebagai pusat produsen buah-buahan yang bisa bersaing di kancah nasional maupun global,” kata Puguh.
Ia menambahkan, sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha perlu dipererat agar ekosistem hortikultura di Jawa Timur tumbuh menyeluruh, dari hulu ke hilir. “Matur nuwun rawuhnya. Kami mendukung semangat sinergi dan kolaborasi mewujudkan Indonesia gemilang,” tutupnya.
Pakar agribisnis menekankan tiga kunci agar inisiatif vokasi hortikultura berdampak nyata. Pertama, kurikulum OBE harus mengukur capaian keterampilan spesifik industri, seperti manajemen mutu GlobalG.A.P., traceability, dan standar keamanan pangan.
Kedua, kemitraan off-take dengan koperasi dan ritel modern untuk menyerap produk secara konsisten dengan harga berbasis mutu, bukan sekadar kuantitas. Ketiga, inovasi pascapanen dan cold chain untuk menekan susut hasil, karena daya saing buah sangat ditentukan oleh kualitas saat tiba di konsumen.
Tips praktis untuk pemda, kampus vokasi, dan pelaku usaha
- Bentuk teaching farm terpadu yang menggabungkan budidaya, pascapanen, pengemasan, dan pemasaran digital sebagai laboratorium OBE.
- Susun peta komoditas unggulan per kabupaten berbasis agroklimat dan kalender panen agar pasokan merata sepanjang tahun.
- Siapkan micro-credential singkat bagi petani milenial: standar mutu, sertifikasi good handling practices, dan pemasaran melalui platform e-commerce.
- Dorong kemitraan pembiayaan alat pascapanen dan cold storage skala UMKM dengan skema kredit berbunga rendah serta insentif pajak daerah.
- Bangun data hub harga dan volume harian untuk membantu keputusan tanam dan waktu panen, sekaligus meminimalkan fluktuasi.
Dengan arahan kebijakan yang presisi dan pendidikan vokasi yang terukur hasilnya, Jawa Timur berpeluang menjadi simpul hortikultura yang bukan hanya produktif, tetapi juga kompetitif di pasar ekspor. Inisiatif ABN dinilai bisa menjadi katalis untuk menaikkan nilai tambah buah Nusantara dari kebun sampai rak ritel.







