Kemenag Dorong Kampus MABIMS Perkuat Kajian Halal Berbasis Sains

Zona MalangKementerian Agama mendorong perguruan tinggi di negara-negara anggota MABIMS untuk menggalakkan kajian halal dengan pendekatan ilmiah. Ajakan itu disampaikan Direktur Jaminan Produk Halal M. Fuad Nasar selaku Ketua Delegasi Republik Indonesia saat membuka Mesyuarat Teknikal Halal MABIMS di Melaka.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Senior Officials Meeting ke-49 dan MABIMS Summit ke-21 yang berlangsung pada 15 sampai 20 Oktober 2025. Fuad menegaskan setiap negara anggota memiliki reputasi dan pengalaman tersendiri dalam pengelolaan halal, mulai dari landasan fikih, regulasi nasional, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Majelis mesyuarat teknikal halal diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret antarnegeri anggota MABIMS dalam bidang pengurusan halal,” ujar Fuad seperti dikutip Zona Malang dari laman Kemenag.

Ia menilai isu jaminan produk halal dan industri halal kini mendapat perhatian besar seiring meningkatnya minat terhadap ekonomi syariah di Indonesia, kawasan ASEAN, dan dunia. Menurutnya, jaminan produk halal telah berkembang menjadi tren baru dalam perekonomian global.

Fuad menjelaskan banyak masyarakat menghindari produk nonhalal karena ketaatan terhadap syariat. Keyakinan itu dinilainya akan semakin kuat bila didukung riset dan data ilmiah. “Keyakinan dan keimanan akan lebih mantap apabila didukung dengan data dan hasil riset keilmuan. Misalnya, hikmah di balik keharaman daging hewan tertentu kini bisa dibuktikan melalui penelitian sains modern,” terang Fuad.

Ia menambahkan perluasan sistem jaminan produk halal tidak hanya memberi ketenangan bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan negara. “Rakyat tenang dan negara maju, itulah kondisi yang kita dambakan dengan peningkatan dan perluasan sistem jaminan produk halal. Selain itu, dakwah halal perlu terus ditingkatkan kepada pelaku ekonomi dan masyarakat di masing-masing negara,” tutupnya.