Torehkan Prestasi Nasional, Dua Mahasiswa UB Sabet Juara Debat Ilmiah Al-Qur’an Berbahasa Inggris

Zona Malang – Kabar membanggakan datang dari salah satu kampus ternama di Kota Malang, dimana ada dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Ahmad Tsaqief Ghiffari dari Fakultas Hukum dan Firzatullah Putra Yuzansa dari Fakultas Ilmu Administrasi, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di panggung nasional. Keduanya sukses meraih Juara Harapan II dalam cabang Debat Ilmiah Al-Qur’an Berbahasa Inggris pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII 2025.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UB mampu bersaing di level tertinggi dalam sebuah kompetisi yang tidak hanya menuntut pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an, tetapi juga kemampuan nalar kritis, retorika, dan penguasaan bahasa Inggris yang fasih.

Di balik podium juara, terdapat perjalanan persiapan yang sangat intensif. Selama tiga bulan, Tsaqief dan Firzatullah ditempa dalam sebuah program pembinaan yang disiplin dan terstruktur. Latihan digelar tiga kali sepekan, dengan fokus utama pada simulasi debat untuk mengasah ketajaman argumen. Kombinasi pembinaan dari internal dan eksternal menjadi kunci sukses mereka. Dari internal, mereka dibina oleh In’amul Wafi, S.Pd.I., M.Ed., dosen FIA UB. Sementara dari eksternal, mereka mendapatkan pendampingan berharga dari Ustazah Mala dan Argya, alumni ITB yang juga merupakan jawara pada edisi MTQMN sebelumnya.

Kolaborasi ini menciptakan program pembinaan yang seimbang. Para pembina internal memberikan landasan akademis yang kuat, sementara para mentor eksternal berbagi pengalaman praktis dan strategi jitu untuk menaklukkan arena perlombaan. Setiap sesi latihan menjadi ajang untuk memperkuat dalil, mempertajam logika berpikir, hingga mematangkan aspek kebahasaan seperti diksi dan struktur kalimat dalam bahasa Inggris.

Tantangan yang mereka hadapi dalam kompetisi pun tidak mudah. Tahun ini, cabang debat mengusung tiga tema besar yang sangat relevan dengan isu-isu kontemporer: pendidikan Islam, demokrasi dan politik, serta teknologi dan inovasi. Para peserta ditantang untuk mengintegrasikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an ke dalam wacana global modern. “Tema yang kami bahas sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Kami dituntut untuk menunjukkan bahwa Islam punya pandangan solutif terhadap tantangan global,” ujar Ahmad Tsaqief.

Dukungan penuh dari pihak universitas menjadi faktor krusial dalam perjalanan mereka. Sejak tahap pembinaan hingga keberangkatan ke Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, UB memastikan seluruh kebutuhan tim terpenuhi. Fasilitas pembinaan yang representatif, akomodasi di Swiss-Belhotel Banjarmasin, hingga transportasi dan uang saku, semuanya difasilitasi agar para delegasi dapat fokus seratus persen pada kompetisi. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa dari UB,” kata Tsaqief.

Bagi Tsaqief dan Firzatullah, pencapaian ini melampaui sekadar peringkat juara. Ini adalah sebuah perjalanan intelektual dan spiritual yang memperkaya pemahaman mereka. “Kami belajar bahwa berdebat bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana menyampaikan pesan Islam secara ilmiah, rasional, dan relevan dengan zaman,” tuturnya. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa UB lainnya untuk tidak ragu berkompetisi dan membawa nilai-nilai Qur’ani ke dalam dunia akademik.

Prestasi yang diraih oleh Tsaqief dan Firzatullah ini menjadi sebuah hal penting yang mematahkan sekat antara studi keagamaan dengan wacana global. Bagi Anda para mahasiswa, keberhasilan mereka adalah inspirasi nyata bahwa penguasaan Al-Qur’an dapat bersinergi secara luar biasa dengan kemampuan akademis modern seperti berpikir kritis, public speaking, dan penguasaan bahasa asing. Ini membuktikan bahwa menjadi intelektual muda yang Qur’ani tidak berarti terisolasi dari isu-isu dunia, melainkan justru mampu memberikan perspektif yang solutif dan mencerahkan di panggung internasional.