Zona Malang – Di tengah cuaca yang tak menentu, para prajurit TNI dari Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Yonarmed 8/105/Tarik terus memacu pengerjaan normalisasi Sungai Bukit Antrokan. Pada Minggu (2/11), progres pekerjaan di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading ini dilaporkan sudah hampir menyentuh tahap penyelesaian, membawa harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ancaman banjir.
Sungai Bukit Antrokan di wilayah ini memang telah lama menjadi momok. Setiap kali hujan deras mengguyur hulu, pendangkalan parah akibat endapan material dan sampah membuat air sungai meluap dengan cepat. Luapan ini tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga kerap merendam dan merusak lahan-lahan pertanian yang menjadi tumpuan hidup utama warga Lebakharjo. Normalisasi ini adalah upaya untuk mengakhiri siklus bencana tahunan tersebut.
Di bawah komando Komandan Satgas TMMD, Letda Arm Setyo Guritno, puluhan prajurit bekerja tanpa kenal lelah. Pemandangan prajurit berseragam loreng yang berlumuran lumpur, mengoperasikan alat berat untuk mengeruk sedimentasi dan melebarkan alur sungai, telah menjadi pemandangan sehari-hari. Mereka berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan proyek ini sebelum target yang ditetapkan pada 6 November 2025, agar kapasitas tampung sungai siap menghadapi puncak musim hujan.
Kerja keras ini mendapat apresiasi mendalam dari masyarakat setempat. Kepala Desa Lebakharjo, Sumarno, mengungkapkan rasa terima kasihnya melihat dedikasi para prajurit. “Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD yang terus bekerja tanpa mengenal hari libur. Kehadiran TNI di tengah masyarakat menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang masih sangat dibutuhkan di desa kami,” ujar Sumarno.
Dedikasi prajurit di lapangan memang melampaui sekadar tugas. Bekerja di daerah yang mungkin relatif terisolir, mereka juga berinteraksi langsung dengan warga, menciptakan semangat gotong royong yang mempercepat pengerjaan. Proyek fisik seperti pelebaran sungai ini secara otomatis menjadi ajang silaturahmi, di mana TNI dan rakyat melebur menjadi satu tim untuk mencapai tujuan bersama.
Lebih dari sekadar membangun infrastruktur, program TMMD ini secara efektif memperkuat ikatan sosial antara aparat dan warga. Ini adalah bentuk nyata pengabdian yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, jauh dari hiruk pikuk politik dan seremonial belaka.
Program TMMD seperti normalisasi sungai di Lebakharjo ini menjadi sebuah bukti penting bahwa peran TNI di era damai jauh melampaui sekadar urusan pertahanan. Bagi Anda sebagai warga, proyek padat karya ini adalah solusi konkret dan cepat atas masalah infrastruktur vital yang mungkin sulit terealisasi jika hanya mengandalkan alokasi anggaran daerah yang terbatas. Ini adalah wujud “pertahanan” dalam arti yang lebih luas: mempertahankan ketahanan pangan warga dari ancaman gagal panen akibat banjir dan menjaga stabilitas ekonomi desa dari bencana alam.







