Zona Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar rangkaian kegiatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 pada 10–12 Desember. Puncak perayaan berlangsung di Jalan Gajah Mada, Jumat (12/12), dengan menghadirkan masyarakat, perangkat daerah, komunitas, serta generasi muda sebagai motor utama gerakan antikorupsi.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat, khususnya anak muda, menjadi kunci membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa edukasi antikorupsi kini sudah diterapkan sejak dini melalui kurikulum sekolah dan berbagai aktivitas kreatif.
“Di tiap sekolah, mata pelajaran antikorupsi sudah diterapkan dengan suasana yang tidak formal dan penuh inovasi. Banyak permainan, aplikasi, serta aktivitas lain agar mereka lebih senang dan paham pentingnya antikorupsi,” ujarnya.
Tema Hakordia 2025, “Satukan Aksi, Maksimalkan Peran, Berantas Korupsi”, diwujudkan melalui lomba video dan poster yang diikuti pelajar dengan antusias. Menurut Wahyu, karya-karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas tinggi sekaligus semangat generasi muda dalam mendukung kampanye antikorupsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Daerah Kota Malang, Dwi Rahayu, menambahkan bahwa Hakordia bukan sekadar seremoni, melainkan kampanye bersama untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Rangkaian kegiatan juga mencakup dialog interaktif dengan pegiat antikorupsi dari Universitas Airlangga, PAKSI Utama, dan Patriot Integritas Muda, serta pameran pelayanan publik sebagai wujud komitmen transparansi pemerintah daerah.
Puncak acara berlangsung meriah dengan senam bersama, penyerahan hadiah lomba, dan partisipasi masyarakat luas. Wali Kota Wahyu berharap Hakordia 2025 menjadi media kampanye yang efektif. “Pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara konsisten, sistematis, dan berkesinambungan,” tutupnya.







