Zona Malang – Kerukunan umat beragama di Indonesia sepanjang 2025 tidak hanya terjaga, tetapi juga diperkuat melalui berbagai program inovasi. Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama meluncurkan sejumlah langkah strategis, mulai dari sistem peringatan dini berbasis aplikasi hingga pembinaan desa percontohan.
Salah satu terobosan penting adalah hadirnya SI‑RUKUN, aplikasi yang berfungsi sebagai sistem deteksi dini potensi konflik. Aplikasi ini terhubung dengan lebih dari 1.100 penyuluh agama yang bertugas melaporkan kondisi lapangan secara cepat dan akurat.
Di tingkat akar rumput, PKUB membina 468 Desa Sadar Kerukunan (DSK). Desa ini menjadi laboratorium hidup praktik moderasi beragama. Dua desa bahkan ditetapkan sebagai percontohan nasional: Desa Plajan di Jepara dengan model ekoteologi, dan Desa Pabuaran di Bogor dengan pendekatan seni budaya.
Dalam aspek resolusi konflik, PKUB menangani 46 isu kerukunan sepanjang 2025 melalui mediasi persuasif. Upaya ini diperkuat dengan lahirnya 905 mediator bersertifikat yang dibekali keterampilan negosiasi dan resolusi konflik.
Selain itu, PKUB membentuk Sekretariat Bersama Kerukunan Umat Beragama melalui KMA No. 784/2024, menyatukan visi kerja dengan 512 FKUB di seluruh Indonesia. Program Harmony Award tetap dijalankan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang konsisten menjaga kerukunan.
Dialog lintas iman juga digelar melalui Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang diikuti 350 tokoh agama. Di level internasional, program Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) memberi kesempatan delegasi asing menyaksikan praktik toleransi di Indonesia.
Langkah preventif terhadap ekstremisme dilakukan dengan memperkuat sinergi bersama BIN, BNPT, dan Densus 88. Sementara itu, generasi muda dilibatkan melalui program Youth Harmony di lima kota besar, menyiapkan mereka sebagai duta damai.
Upaya ini mendapat pengakuan publik. Survei Poltracking pada Oktober 2025 menempatkan kerukunan antarumat beragama sebagai capaian tertinggi Kabinet Merah Putih dengan skor 86,7 persen. Survei BMBPSDM mencatat Indeks KUB Nasional 2025 mencapai 77,89, tertinggi dalam 11 tahun terakhir.
Kepala PKUB, Muhammad Adib Abdushomad, menegaskan bahwa kerukunan adalah prasyarat pembangunan. “Atas kerja sama semua pihak, Indonesia tidak hanya merawat harmoni di dalam negeri, tetapi juga tampil sebagai mercusuar perdamaian bagi dunia,” ujarnya.







